Home Tulang Bawang Hukum

Ir. Antoni. MM, Di Duga Tidak Becus Jadi Sekda Tuba

909
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Tulang Bawang - Kesempatan untuk memimpin. Hasilnya, tak banyak yang berhasil mengendalikan kekuasaan, bahkan tak sedikit juga yang malah menyelewengkan kekuasaannya. Seperti halnya, dugaan yang dilakukan Oknum Kadis Dinas Komimfo beserta Kroni - kroninya terkait dugaan Korupsi Kolusi Dan Nepotisme (KKN). Senilai Rp 8,1 milyar yang bersumber anggaran APBD Swakelola 2020 sebanyak 14 Paket Proyek.

Yang menjadi lahan basah oleh Para Oknum Koruptor di Dinas Komunikasi dan Informatika, Kabupaten Tulang Bawang diantaranya kegiatan 
Anggaran Belanja Surat Kabar. Dengan nilai anggaran mencapai Rp 6.688.371.500. Seharusnya Jabatan tugas yang dimandatkan kepadanya Mampu mengawasi para kinerja  bawahan, sebab Sekda sendiri selaku bapaknya para pegawai.

Ir. Antoni. MM, selaku Sekertaris Daerah saat diminta Tanggapan melalui Via Waat Shap. Mebeliau mengatakan.

"Koordinasi aja dengan Kadis kominfo yang sifat teknis SPT itu untuk dijelaskan sesuai prosedur nya bung," ucapnya.

Berawal mencuatnya aroma adanya dugaan Korupsi Dinas Kominfo setempat, berkat pengakuan Nara Sumber dan beserta data penunjang lainnya.
Sumber mengatakan oknum di Dinas Kominfo memanfaatkan media-media yang terdaftar untuk melakukan aksinya.

"Seperti diketahui media yang terdaptar di Dinas Kominfo Tuba sebanyak 224 Media, baik media cetak, Online, hingga Media Elektroik," sebutnya.

Dari data yang di himpun dilapangan terkait pengakuan narasumber kepada media ini, dari hasil Kroscek. diantaranya, besaran biaya media untuk publikasi di Radio sebesar Rp 500.000 pertayang. kemudian untuk media mingguan,dari Rp 1.500.000 sampai dengan Rp 5.000.000 per cetak. lalu untuk media online Rp 500.000 per tayang.

Sedangkan untuk paket media harian nasional sebesar Rp 150.000.000 hingga 
Rp 250.000.000 pertahun dan untuk biaya publikasi di harian lokal skala Besar, Sedang dan kecil ful color Rp 4.000.000. 
Hingga Rp 20.000.000 per cetak.

Seperti media publikasi elektronik nasional untuk standar satuan biaya acara talk show 
Rp 20.000.000 per tayang, untuk Advertorial (ADV), atau liputan khusus Rp 15.000.000 pertayang,dan liputan berita sebesar
Rp 8.000.000. Kemudian untuk streaming dengan durasi 1 – 5 menit Rp 4.000.000 dan 10 – 30 menit Rp 7.000.000. 

Bahkan menurut info seperti media elektronik di kelola orang dalam Dinas Komimfo, namun Hal itu akan di beberkan edisi Kedepan.

Dan juga banyak Media yang terdaftar di Dinas Kominfo tuba hanya menjadi alat bagi oknum-oknum pejabat setempat menguras anggaran. Sebenarnya hal permainan Kwitansi Bodong sebenarnya modus permainan Kwitansi Bodong bukan Rahasia Umum, mungkin media disana diduga berpikiran " Ya Sudah Lah Pasrah Aja, ketimbang besok besok gak di kasih Publikasi Lagi ". Mungkin itu yang ada di benak para oknum - oknum Media di sana. 

Mau tahu tanggapan Sekertaris Daerah terkait adanya dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), di Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Tulang Bawang. Baca edisi mendatang. (Hengki)