Home Lampung Timur Politik

Junaidi Ahdah : Mari Bersama Bangun Desa Mumbung Jaya, Capai Kemakmuran

138
0
SHARE

Junaidi Adhah

Handalnews.id, Lamtim - Calon Kepala Desa Mumbung Jaya Kecamatan Jabung Kabupaten Lampung Timur untuk periode 2019-2025, Junaidi Ahdah kembali mengajak masyarakat setempat untuk bersama-sama kembali membangun desa untuk mencapai kemakmuran.

Junaidi Ahdah menceritakan Pada tahun 1982 Pemerintah Pusat membuka hutan Rawa Prumpung dijadikan sawah yang saat ini diberi nama Rawasragi 1, 2 dan 3 dengan Luas Sragi 1-3 sekitar 3000 Ha.

"Untuk wilayah Rawasragi 1, yaitu Desa Belimbing Sari, dan Rawasragi 2 Desa Tanjung Sari, sedangkan wilayah Rawasragi 3 terdiri dari beberapa desa, yaitu: Desa Mumbang Jaya, Asahan, Benteng Sari, Adiluhur, empat desa tersebut masuk Kecamatan Jabung, sedangkan Desa Rejo Mulyo, DesabKedung Dingin, Labuhan Ratu dan Desa Sumur Kucing masuk dalam Kecamatan Kecamatan Pasir Sakti," ungkapnya, Minggu (3/11/19).

Pada tahun 1984 sampai dengan tahun 2000, kata Junaidi, masyarakat sangat sulit mendapatkan hasil pertanian berupa padi, karena di waktu musim hujan selalu banjir dan musim kemarau tanah kering dan retak-retak. Sehingga masyarakat mencari singkong/ngasak/leles hasil panen dari kebun proyek Mitsugoro untuk dibuat oyek bahan pokok pengganti nasi.

"Nah pada tahun 2000, saat itu saya baru dilantik menjadk Kepala Desa Mumbang Jaya, dan melihat ada potensi sumber air yang cukup besar maka kami mengadakan rapat untuk mengajak masyarakat membentuk kelompok tani untuk swadaya membeli mesin dan aksial 10 inch guna memanfaatkan potensi sumber air," sebut Junaidi.

Dengan cara lanjutnya, menaikkan air dari permukaan bawah sawah dengan cara membendung kali menggunakan batu dan terpal untuk mempermudah menaikan air kemudian didorong ke siring cacing.

“Alhamdulilah, awal tahun 2001 jerih payah petani terobati. Padi yang ditanam itu panen dengan kwalitas padi yang cukup baik 6-8 ton per Hektar dengan harga yang cukup tinggi,” ujar Junaidi Ahdah.

Dia menambahkan, mengingat jadwal panen, beda dengan sawah teknis dan panenan padi menjadi primadona pasarannya berasnya melalui swalaya karena beras baru tanam.

“Melihat keberhasilan ini masyarakat yang berada di Rawasragi 2 terutama Dusun Dingin Sar Desa Asahan dan Dusun Pasir Gedong Desa Benteng Sari, serta Rawasragi 3 mengadopsi penanaman padi irigasi tradisional dan tahun 2013 Desa Belimbing Sari dan Tanjung Sari turut menanam padi gadu dan kemakmuran mulai dirasakan masyarakat Rawasragi,” pungkasnya.

Sementara itu Warga Mumbung Jaya Edi Khaerudin (55) bersama masyarakat setempat membenarkan apa yang diceritakan Junaidi, dan masyarakat Mumbung Jaya, sangat mengucapkan terima kasih, karena telah memperjuangkan pertanian padi hingga mencapai kemakmuran.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Junaidi yang telah memperjuangkan pertanian padi gadu ini, sehingga masyarakat selain Desa Mumbang Jaya mencapai kemakmuran,” ujar Edi yang di amini Harmok (65) Warga Dusun Ringin Sari Desa Asahan dan Sawab (52) Warga Dusun Pasir Gedong Desa Benteng Sari. (Tim)