Home Pesawaran Hukum

Kades Pagar Jaya Diduga Simpangkan DD, Negara Merugi Ratusan Juta Rupiah

812
0
SHARE
Salah satu poto Rigid Beton di Desa Pagar Jaya

Handalnews.id, Pesawaran - Penggunaan Dana Desa yang dikucurkan Pemerintahan Pusat, pada tahun 2019 di Desa Pagar Jaya Kecamatan Punduh Pedada yang nilainya hampir 1 Milyar, diduga dalam realisasi nya tidak sesuai dengan dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) sehingga dapat merugikan negara ratusan juta rupiah.

Demikian di ungkapkan anggota DPRD Kabupaten Pesawaran dari Politisi Partai Nasdem, Fahmi Fahlevi, mengatakan salah satunya kejanggalan dalam pengerjaan Rigid Beton yang ada di beberapa tempat di Desa Pagar Jaya, Kecamatan Punduh Pedada, Kabupaten Pesawaran, Lampung. 

Pasalnya, dalam pengerjaan Rigid Beton tersebut tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang terdapat dalam APBDes setempat. 

"Dalam RAB kan jelas pengerjaan Rigid Beton, tapi dalam teknisnya tidak terlihat seperti mengerjakan rigid, malah justru lebih mirip kayak buat pondasi," ungkap Fahmi, Minggu, (1/12/19).

Fahmi menjelaskan dalam pengerjaan Rigid tersebut sangat jauh dari standar pemerintah dan juga komposisi yang memang sesuai dengan spesifikasi untuk pengerjaan rigid beton. 

"Mestinya kan kalau buat Rigid mesti pakai batu split, ini kan enggak, ini malah pakai batu ukuran besar disusun jadi biar tingginya 20 cm, itu kan sudah jelas-jelas menyalahi," jelasnya. 

"Jadi standar 20 cm untuk rigid itu diakali dengan batu besar, itu kan akal-akalan buat mengurangi volume semen, dampaknya fatal bisa dipastikan gak bakal bertahan lama," tambahnya. 

Fahmi juga mengatakan setidaknya ada dua sampai tiga tempat pengerjaan Rigid Beton yang kesemuanya dikerjakan tanpa standar dan juga spesifikasi yang sesuai, diantaranya ada di Dusun Pagar Harapan, Pagar Induk dan beberapa Dusun lainnya. 

Dirinya juga berharap aparat penegak hukum dapat segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap kemungkinan terjadinya penyelewengan tersebut. 

"Ada dua sampai tiga titik pengerjaan Rigid Beton itu, dan kesemuanya gak sesuai dengan spesifikasi dan juga RAB, saya berani jamin semuanya pengerjaan begitu, bahkan saya berani bongkar Rigid itu kalau memang harus membuktikan," tegasnya. 

Pengakuan yang sama juga diungkapkan oleh Dian, pendamping desa setempat, Dian mengungkapkan dalam proses pengerjaan rigid beton tersebut memang terdapat beberapa kesalahan. 

"Iya memang di Dusun Pagar Induk sempat ada kesalahan, karena masyarakat ngerjainnya pakai batu besar waktu itu, dan itu kita gak tau inisiatif dari mana apakah dari masyarakat yang mengerjakan atau inisiatif dari kepala desa," jelas Dian. 

"Yang pasti saya tidak mau menyalahkan atau menyudutkan salah satu pihak saja, yang pasti selaku pendamping saya selalu mengingatkan setiap proses pengerjaan tersebut," tutupnya. 

Sementara itu, Kepala Desa Pagar Jaya Jamian menjelaskan bahwa setiap proses yang dilaksanakan telah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan, hanya saja memang dalam prosesnya terdapat beberapa penyesuaian yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan. 

"Ya saya rasa semua sudah sesuai cuma kan keseluruh itu kalau memang didalam sebuah Rab disesuaikan dengan apa yang ada, kan begitu," ujar Jamian. 

"Ya kalau memang ada yang mengatakan belum sesuai ya tinggal dilihat aja di lokasi," tutupnya. (Ismail)