Home Lampung Timur Peristiwa

Kadispar Lamtim Mediasi Sengketa Perebutan Kepengurusan Lokasi Wisata Danau Kemuning

283
0
SHARE
caption foto

Handalnews.id, Lampung Timur – Sengketa perebutan kepengurusan lokasi wisata Danau Kemuning, di Desa Bandarsribhawono, hari ini dimediasi oleh Kepala Dinas Pariwisata Almaturidi dan Kepala Kesbangpol Syahrulsyah, terkait kepengurusan danau kemuning, Senin (01/07/2019).


Kepala Badan Kesbangpol Lampung Timur, Syahrulsyah menegaskan agar Kepala Desa Sribhawono Wisnu bisa bersinergi dengan pengurus lokasi wisata Danau Kemuning Sujarwo yang juga merupakan kepala desa lama.


Syahrulsyah menegaskan jika seusai mediasi tetap tidak ada sinergitas antara kades yang baru dengan kades yang lama karena perspalan perebutan pengelolaan lokasi wisata maka lebih baik diambil alih oleh Dinas Wisata.


“Ini kesimpulan kami, intinya keduanya yaitu pak Wisnu dan pak Sujarwo agar bisa bekerjasama membangun desa, kalau tidak akan dialihkan ke Dispar”, kata Syahrulsyah.


Kepala Desa Bandarsribhawono Wisnu dalam agenda mediasi persoalan danau kemuning meminta agar kepengurusan administrasi bisa dikelola pihak desa bukan dari warga luar Desa Bandarsribhawono, dan jika dikelola oleh desa melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis), tentu akan menjadi pendapatan desa.


“Ini harapan kami, dan masyarakat desa, jangan dikelola oleh secara personal”, kata Wisnu.

Sebab selama dirinya dilantik menjadi Kepala Desa Bandarsribhawono 2018 lalu, sama sekali belum pernah mengetahui sistem pengelolaan administrasi hasil income dari wisata Danau Kemuning.


“Ini menjadi beban moral kami, selalu jadi pertanyaan masyarakat kemana dana dari wisata”, terang Wisnu.

Sementara, Pengelola Danau Kemuning Sujarwo mengatakan dirinya tidak akan menguasai danau wisata ataupun incame secara pribadi, karena danau itu milik desa. Namun yang disayangkan Sujarwo yang juga mantan kepala desa Bandarsribhawono, ia merasa tidak diajak bekerjasama untuk membangun desa oleh kades saat ini (Wisnu).


“Bukan saya tidak mau bersinergi tapi karena kurangnya komunikasi pak Wisnu terhadap saya”, kata Sujarwo.


Dan setiap adanya even yang berhubungan kegiatan desa, Sujarwo mengaku tidak pernah di ikutsertakan padahal ujar Sujarwo, dirinya selain sebagai mantan kepala desa juga sudah banyak memperjuangkan kemajuan desa. “Kalau pak Wisnu saja kurang berkomunikasi dengan saya, saya juga tidak akan terlalu mendekatkan diri dengan nya”ujar Sujarwo. (Mis)