Home Lampung Tengah Peristiwa

Kakam Sinar Negeri Naik Pitam

445
0
SHARE

Handalnews.id, Pubian - Setelah dugaan penyelewengan Dana Desanya mengemuka kemana-mana, Kepala Kampung Sinar Negeri, Kecamatan Pubian, Lampung Tengah, Kuswanto, naik pitam.

Dengan tanpa tedeng aling-aling pria yang dikenal arogran ini masih melancarkan aksinya dalam menggerogoti kucuran dana bantuan pemerintah pusat tersebut.

Selain itu, Kuswanto juga mengakui jika dalam merealisasikan pekerjaan melalui Dana Desa, pihaknya menggunakan tenaga kerja dari kampung lain.

Dengan kejadian ini, sekarang nasib Kuswanto hanya menunggu sikap dari aparat penegak hukum di Kabupaten Lampung Tengah untuk memberikan kesimpulan akhirnya. Sebab jika dibiarkan tanpa pengawasan, dikhawatirkan jika setiap kucuran Dana Desa yang masuk ke Kampung Sinar Negeri akan terus di korupsi oleh oknum kepala kampung tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, konsep efisiensi salah saluran dari realisasi Dana Desa di Kampung Sinar Negeri, Kecamatan Pubian, Lampung Tengah, boleh jadi jangan ditiru oleh seluruh kepala-kepala desa yang ada diseantero negeri ini, karena efisiensi disana mengarah kepada indikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Dari realitas yang ada di Kampung Sinar Negeri ini juga seharusnya bisa menjadi barometer bagaimana loyonya proses penegakan hukum di Kabupaten Lampung Tengah.

Bagaimana tidak, program Dana Desa yang seharusnya digunakan untuk mensejahterakan masyarakat melalui pembangunan yang berkualitas justru disalah gunakan oleh Kepala Kampung Sinar Negeri, Kuswanto, untuk mensejahterakan dirinya sendiri dengan meminimalisir anggaran pembangunan lalu mengorbankan kualitas pekerjaan.

Kalau proses meminimalisir anggaran itu dilakukan dengan prosedur yang benar dan transparan mungkin hal ini masih bisa dimaklumi, namun yang terjadi justru Kuswanto sebagai kepala kampung dengan sengaja mengorbankan mutu pekerjaan agar mendapatkan SILPA dari proyek Dana Desa yang tidak sesuai spesifikasi itu.

Akal bulus Kuswanto dalam menjegal anggaran Dana Desa ini memang sangat terang-terangan dan keterlaluan. Mungkin dia sudah lupa daratan, bahwa sebagai kepala kampung seharusnya dirinya berusaha untuk melakukan yang terbaik bukan justru menjadi pencoleng yang mematikan kesejahteraan masyarakatnya.

Bukan main-main, dampak dari keculasan Kusyanto dalam mendzolimi masyarakat Kampung Sinar Negeri ini dampaknya akan dirasakan hingga beberapa generasi mendatang, karena apa yang dilakukannya sekarang merupakan apa yang akan dituay oleh masa yang akan datang.

Lebih gilanya lagi, dalam merealisasikan semua pekerjaan melalui Dana Desa, Kuswanto sengaja mengimpor para pekerjanya dari Kampung Mojokerto, Kecamatan Padang Ratu.

Alasan mengapa Kuswanto mengimpor tenaga kerjanya bisa diterima akal jika ternyata dia sengaja ingin menutupi aib korupsinya dari masyarakat Kampung Sinar Negeri. Sebab jika pekerjanya dari masyarakat kampung setempat, tentu Kuswanto tidak bisa leluasa untuk meminimalisir besaran pengeluaran untuk setiap pekerjaan.

Sekarang tinggal bagaimana sikap penegak hukum di Lampung tengah untuk menindaklanjuti tingkah daripada Kuswanto sebagai pencoleng Dana Desa. Apakah hukum Lampung Tengah akan tetap terkapar dan tak berdaya atau sebaliknya hukum itu sendiri melalui perangkatnya akan menghentikan sepak terjang Kuswanto yang selama ini sudah merajalela. (Iron Guna)