Home Lampung Tengah Politik

Kakam Tak Lazim

260
0
SHARE
Foto dok: HandalNews.id

Sederet Masalah Di Kampung Gedung Aji Mencuap

 
 
HandalNews.id, Selagai Lingga - Sejumlah Masyarakat Kampung Gedung Aji, Kecamatan Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah, merasa kepemimpinan Dwi Novian Saputra Sebagai Kepala Kampung tidak lazim, pasalnya selain sulit untuk ditemui, diduga banyak pekerjaan infrastruktur yang tidak terlaksana dengan baik.
 
Menurut informasi yang berhasil di himpun, sejumlah masyarakat (Sumber-red) merasa sangat kecewa dengan kepemimpinan Dwi Novian Saputra, pelayanan yang diberikan sangat tidak maksimal, hal itu disebabkan karena kepala kampung jarang ada di tempat alias sangat sulit untuk di temui. 
 
Selain itu, Pada tahun 2019 Dwi Novian Saputra mengadakan musyawarah kepada masyarakat guna membahasa gedung adat, namun setelah masyarakat memberikan sejumlah uangan yang besarannya 150 - 250 ribu dan aparatur Kampung juga menyumbangkan satu bulan gaji mereka namun hingga saat ini Gedung Adat tersebut tidak selesai alias mangkrak. 
 
"Pada tahun 2019 mengadakan musyawarah kampung guna membahas pembangunan gedung adat, gedung adat tersebut rencana akan diserahkan sebagai ucapan terimakasih atau cinderamata atas pemekaran kampung dari Kampung Gedung Harta, kemudian di bentuk panitai pembanguanan gedung adat, dan di sepakati masyarakat mengumpulkan dana 150 - 250 ribu selain itu juga ada bantuan dari aparatur Kampung yakni satu bulan gaji mereka, namun sampai sekarang pembangunan balai adat tersebut mangkrak atau tidk selesai,". 
 
Untuk kegiatan Dana Desa (DD) pada tahun 2019, terdapat kegiatan pembuatan 4 titik Sumur bor, namun menurut pengakuan Nara sumber hasil pekerjaan Sumur Bor tersebut sangat tidak maksimal. Terdapat 1 titik Sumur Bor yang terletak di Dusun Satu yang hingga saat ini sudah tidak berfungsi alias rusak. 
 
Tidak sampai disitu saja, Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) yang sejatinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan memberikan income untuk Kampung tersebut justru diduga menjadi ajang tempat mencari untung atau memperkaya diri pengurusnya. 
 
"Badan usaha milik kampung (BUMK) diduga sebagai ajang untuk memperkaya diri pengurusnya, namun dana desa yang diberikan banyak, namun tidak ada 1 pun masyarakat Kampung Gedung Aji yang bisa merasakan manfaat BUMK tersebut,". 
 
 
Edisi sebelumnya : 
Judul : Kakam Dwi Novian Saputra Tidak Layak Dicontoh. 
Sumber : lebih baik mundur jika tidak mempu. 
 
Lamteng (Handal) sosok Kepala Kampung (Kakam) Gedung Aji, Kecamatan Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah, Dwi Novian Saputra, tidak layak di contoh. Memilih menghindar dan susah ditemui oleh masyarakat dan tamu lainya diduga sudah menjadi tabiat kakam yang satu ini. 
 
Menurut pengakuan masyarakat (sumber - red) yang enggan namanya di sebutkan mengatakan, Dwi Novian Saputra merupakan sosok pemimpin yang tidak layak di contoh, sebab mereka (Masyarakat - red) setiap kali ada keperluan, kakam selalu tidak pernah ada alias menghindar. 
 
"Susah untuk ditemui sebab kakam tidak pernah ada ditempat, jadi kalau mau ada perlu - perlu susah, harus ngatur - ngatur jadwal dulu harus janjian dulu, repot pokonya udah kayax mau ketemu Bupati," Ungkapnya. 
 
Selain itu, hasil penelusuran di lapangan ada yang menyebutkan jika Dwi Novian Saputra selalu bersembunyi di rumah mertuanya, yang berjarak tidak jauh dari rumah pribadinya. 
 
"Ia begitu jadi kalau ada tamu yang datang dia ngintip dari rumah mertuanya, dilihat dulu siapa yang datang, pokoknya kayax orang yang banyak masalah," ujar sumber. 
 
Dilain tempat, menurut masyarakat lain (Sumber-red) mengatakan jika rumah Dwi Novian Saputra memang sengaja dikunci dari laur, dan mereka jika ingin keluar masuk rumah memalui pintu belakang. 
 
"Setiap hari ya begitulah kondisi rumahnya selalu terkunci dan terkesan tidak ada orang," Ungkapnya.
 
Dilain sisi, sumber lain (Masyarakat-red)mengatakan jika Kakam Edi Novian Saputra dinilai tidak mampu menjadi pemimpin di Kampung Gedung Aji. 
 
"Jika tidak mampu untuk menjabat sebagai Kakam lebih baik mundur, jangan menyusahkan masyarakat yang ada keperluan, sebab masih banyak yang bisa menjabat sebagai Kakam," cetus sumber. 
 
Iya juga mengukapkan, selama Dwi Novian Saputra menjabat, Kampung Gedung Aji tidak ada perubahan. (Iskandar. (H.N)