Home Pesawaran Pendidikan

Kasi Pendidikan: Bedakan Wartawan Dengan Oknum Abal-Abal

532
0
SHARE
Poto Dok: Handalnews.id

Handalnews.id, Pesawaran - Wartawan terkadang menjadi momok bagi sebagian Pejabat maupun kepala sekolah, dengan adanya banyak informasi yang masuk tersebut, maka Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran terus melakukan sosialisasi UU Pers agar dapat membedakan wartawan yang sebenarnya dengan wartawan abal-abal.

Hal itu disampaikan Kasi Pendidikan  PWI Pesawaran Maryadi di hadapan Kepala sekolah dan guru saat menggelar UU pers nomor 40 tahun 1999 dan mengikuti Pendidikan dan pelatihan matematika guru sekolah dasar bersama Takukagi Sejahtera Mandiri (TSM), di Balai Desa Kutoarjo Kecamatan Gedongtataan, Senin (19/8/19).

Dia mengungkapkan banyak oknum yang datang ke sekolah meminta data dengan memaksa, dan itu terkadang membuat resah kepala sekolah.

"Ya, bapak dan ibu sekalian, jangan sungkan menanyakan identitas pers dan apa yang mau dikonfirmasikan. Jika, oknum tersebut ujung-ujungnya meminta uang bensin atau uang apalah namanya ya jangan dianggap beban. Bilang aja, tidak ada uang untuk itu," kata Maryadi.

Menurutnya, seorang journalis hanya diperkenankan untuk mencari informasi sebagai materi pemberitaan. Bukan untuk menakut nakuti atau meminta uang kepada nara sumber.

"Kalau menanyakan materi pemberitaan ya tolong dijawab sesuai dengan apa yang diketahui, jangan berbelit belit. Karena memang wartawan ya tugasnya mencari materi berita untuk kemudian dikirimkan ke redaksi yang selanjutnya untuk diterbitkan atau ditayangkan," ujar dia.

Ditegaskan, bahwa untuk wartawan yang tergabung di lembaga Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran sudah hampir seluruhnya memenuhi uji kompetensi yang dibuat Dewan Pers.

“Insya Allah, wartawan PWI hampir seluruhnya sudah lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Dewan Pers. Artinya, dalam menjalankan tugasnya selalu mengedepankan etik jurnalistik dan berdasarkan pada undang undang pers yang berlaku,” tegas dia.

Kegiatan tersebut berlangsung sangat sumringah, baik peserta maupun pemateri yang dilakukan oleh pengurus PWI Kabupaten Pesawaran. Berbagai pertanyaan juga diungkapkan, sehingga nampak komukatif dalam memahami sosialisasi undang undang pers.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran Pauzan Suaidi sangat mengapresiasi sosialisasi Undang-undang Pers yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pesawaran di Kecamatan Gedongtataan.

Kepala Disdikbud mengatakan Wartawan bukanlah sebagai momok dan bukan untuk ditakuti, karena wartawan sebagai Mitra dalam sama-sama membangun Kabupaten Pesawaran khusus nya di bidang peningkatan mutu pendidikan.

"Namun Ibu bapak kepala sekolah juga harus dapat membedakan mana wartawan yang benar-benar atau wartawan yang tidak jelas atau abal-abal," katanya, dalam memberikan sambutan saat sosialisasi UU pers Nomor 40 tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik.  (Ismail)