Home Hukum

Kegiatan Rehab Masjid Terindikasi KKN Ketika Dunia Dijadikan Surga

181
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Lambar - Kehidupan didunia hanya sementara dan jangan pernah berfikir bahwa dunia ini surga. Melalui tulisan lisan diatas mengibaratkan  permasalahan yang saatn ini terjadi di Bidang Cipta Karya Di Dinas Pekerjaan Umum (PU)  Kabupaten Lampung Barat, dimana sebanyak  3 paket penyedia untuk rehabilitasi masjid terindikasi Dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). dengan modus setoran proyek yang berakibat gagal Kontruksi.

Menurut Narasumber, pada tahun 2019 sebanyak 3 paket penyedia sumber dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), yang dilaksanakan oleh Bidang Cipta Karya, untuk kegiatan rehabilitasi masjid nurul iman pekon cipta mulya Rp.755.000.000,- rehabilitasi masjid bintang mas kawasan sekuting terpadu balik bukit Rp.285.000.000,- dan rehabilitasi masjid al jami pekon kenali Rp.660.000.000,- Terindikasi Korupsi.

“Setoran pihak ke-tiga 20 % dari nilai pagu paket Kegiatan," katanya.

Lebih jauh, sumber mengatakan, dari 3 paket tersebut pemborong  menyerahkan upeti  20%. Yang nilainya Rp.340.000.000,- dimana uang itu diberikan kepada  Oknum koruptor dibidang setempat.

“Berawal adanya setoran maka pihak ke-tiga terpaksa mengorbankan kontruksi bangunan, padahal semestinya jika tidak ada setoran pihak ketiga hanya wajib mengambil keuntungan sebesar 5%,” jelasnya.

Selain itu kata sumber, untuk mengelabui dan mengantisipasi terjadi masalah terkait adanya setoran,  maka oknum koruptor menyiapkan pegawai honor untuk mengambil setoran kepada pihak pemborong gunanya meminimalisir kemungkinan buruk yang terjadi.

“Kalau sampai ketahuan ya pegawai honor pasang badan," tuding sumber.

Sumber menambahkan, 3 paket tersebut diprediksi tidak akan bertahan lama sebab bahan material yang digunakan untuk pelaksanaannya tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya, (RAB).

"Jika kita hitung anggaran yang dikucurkan untuk kegiatan tersebut,nominal dari setiap kegiatan hanya terealisasi 1/3 dari kegiatan seperti, Rehabilitasi masjid bintang mas kawasan sekuting terpadu balik bukit Rp.285.000.000,- dimana kegiatan ini hanya direalisasikan Rp.71.250.000," sebutnya.

Karena, lanjut sumber, pihak ketika sudah memberikan setoran sebesar Rp.57.000,000,- tersisa anggaran Rp.228.000.000,- dengan itu tentu pihak ketika berfikir untuk mendapatkan keuntungan maka caranya membelikan bahan material yang tidak sesuai RAB sampai ke Gaji tukang bekerja ini diakal-akali untuk mendapatkan keuntungan.

Hingga berita ini dilansir. Hermanto selaku Kepala Bidang belum bisa dihubungi. Edisi mendatang masalah ini akan terus dikupas. (Hadi.S)