Home Lampung Selatan Pariwara

Keharmonisan Nanang Dan Yanny, Rumah Adat Keratuan Menangisi Dipugar

241
0
SHARE
Fhoto dok : handalnews.id

Handalnews.id, Lamoung Selatan - Hubungan harmonis antara Bupati dan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) disuatu wilayah akan menciptakan suasana kenyamanan,kemakmuran dan kedamain karena saling mengisi dan saling bekerja untuk kepentingan rakyat. Hal itu ditunjukan oleh Nanang Ermanto selaku Bupati Kabupaten Lampung Selatan dan Yanny selaku Kepala Dinas Pemukiman dan Perumahan (Perkim) setempat.

Dimana keduanya terlihat Harmonis dalam satu kekompakan demi menjaga pelestarian Adat dan Budaya sehingga langkah serentak dalam suatu gerakan akan menciptakan berbagai ide cemerlang. seperti baru-baru ini dalam menjalankan Visi-Misi Nanang Ermanto selaku Kepala Daerah, pihak Dinas Pemukiman Dan Perumahan (Perkim) Lampung Selatan, melakukan renovasi Rumah Adat Keratuan Menangis.

Diawal Pemugaran Lamban Khanggal ( Rumah adat) milik marga Ratu keratuan Ratu menangsi itu, secara bergotong-royong masyarakat setempat mulai lakukan pembongkaran , minggu ( 30/8/2020).

Selaku tokoh adat di desa taman baru, samsuri gelar karya paksi marga menuturkan sekitar 400 orang secara sukarela Ikut serta pada pembongkaran Lamban khanggal tersebut

“Pembongkaran bagunan rumah adat lamban khanggal ini dikerjakan oleh masyarakat adat marga ratu menangsi secara sukarela dan mereka pun sangat antusias, “ucap pria yang akrab disapa bang sam.

“Hal ini merupakan prakarsa dari tokoh-tokoh adat marga ratu menangsi, beberapa tahun lalu kami telah mengusulkan pada pemda untuk pemugaran namun selalu gagal tender, alhamdullah tahun ini di jaman kepemimpinan bapak Nanang Ermanto terwujud,” tambahnya.

Sai batin (Pimpinan adat ) marga ratu keratuan menangsi, Saprudin gelar Pangeran Marga Cahya mengucapkan terima kasih atas bantuan pemerintah daerah kepada keratuan menangsi.

“Saya ucapkan terimakasih atas perhatian, bantuan bapak nanang ermanto yang telah merealisasikan perehaban atau pembangunan rumah adat ini , mudahan-mudahan kedepannya lebih bermanfaat, bisa untuk kegiatan seni seperti tari bedana, pencak silat, ngias, kita akan galakan lagi,” ucap pangeran marga cahya.

Lebih rinci, juru bicara keratuan menangsi, Muhrizal Efendi menceritakan awal berdirinya keratuan Menangsi sekitar Tahun 1594 M yang dipimpin oleh Muhammad Malik Badri gelar Ratu menangsi dengan pusat pemerintahan di Candi Taman (Taman saka ). seiring waktu berjalan terus berpindah, pada akhirnya menetap di taman baru.

“Hingga saat ini sudah 14 generasi dan rumah adat ini dibangun jaman kepemimpinan Tuha Bati Purba Makuta tahun 1802 M,” imbuhnya.

Atas pemugaran rumah adat marga ratu, Pemerintahan desa taman baru pun mengucapkan terima kasih pada pemerintah kabupaten lampung selatan, tidak hanya itu, ada bantuan lain yang telah dikucurkan di desa yang ia pimpin.

“Kami pemerintahan desa taman baru sangat berterima kasih pada bapak nanang ermanto atas bantuan bedah rumah adat ini, ini bentuk perhatian beliau, bantuan lainnya yakni pemugaran makam ratu menangsi yang saat ini masuk wilayah desa padan. Saya punya cita-cita, kedepan desa taman baru akan dijadikan desa Adat sekaligus desa wisata,”harap Azhari yang menjabat kades sejak agustus 2019.

Hadir dalam giat pemugaran lamban khanggal marga ratu keratuan menangsi, camat penengahan, erdyansah menyampaikan ucapan syukur atas perhatian bupati lampung selatan terhadap masyarakat adat di marga Ratu keratuan menangsi.

“Alhamdulillah, ini bentuk perhatian dan keperdulian bupati kita bapak Nanang Ermanto. Alhamdulillah, ini baru pertama kali perehaban Rumah Adat ini. Dari bupati sebelumnya,alhamdulillah bentuk kongkritnya pas dijaman kepemimpinan bapak nanang ermanto,” ujarnya.

Untuk dilampung selatan ini, masih kata Erdy, untuk peninggalan sejarah budaya itu sangat banyak, dengan adanya renovasi Rumah adat keratuan menangsi ini sebagai bukti kepedulian pemerintah daerah terhadap adat budaya diwilayah lamsel.

Sebagai pimpinan pemerintahan kecamatan, kedepannya ia pun akan terus mendukung sehingga ketika rumah adat ini selesai, lamban khanggal ini akan dijadikan pusat budaya marga ratu keratuan menangsi.

“Harapannya ketika rumah adat ini selesai, nantinya dijadikan pusat budaya yang didalamnya banyak kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti kegiatan seni budaya, kegiatan adat, tentunya memperkaya hasanah budaya yang ada dilamsel. Saya ini pecinta dan juga pelaku seni, jadi untuk dikecamatan penengahan ini telah kita mulai kegiatan seni Beguwai Jejama yang nanti disetiap tahun akan diadakan pagelaran seni budaya lampung selatan,” terang mantan camat kalianda tersebut.

Didepan Rumah Adat marga Ratu, Yanny Munawarty kepala dinas perumahan dan pemukiman lamsel mengapresiasi keguyuban masyarakat adat marga ratu yang terlihat saat pembongkaran bangunan Rumah adat keratuan menangsi.

“Mereka sejak pagi bergotong royong guyub , terlihat rasa bahagia mereka, alhamdulillah teken kontrak beberapa hari lalu dan hari ini sudah dimulai pembongkaran, mudah-mudahan sipat kegotong royongan ini terus berlanjut,” ungkapnya.

Mewakili bupati lamsel, Yanny pun menyampaikan permohonan Maaf atas ketidak hadiran orang nomer satu di lamsel tersebut dikarenakan agenda harian bupati sangat padat.

“Saya mewakili pak nanang, mohon maaf karena ada agenda di beberapa tempat beliau tidak bisa hadir saat pembongkaran rumah adat ini. Mudah-mudahan cita-cita kita pembangunan rumah adat ini berjalan dengan baik sesuia harapan. Dan sifat gotong royong bisa jadi contoh dan sebagai tanda bahwa gotong royong itu masih ada,” pungkasnya.(HADI SYAPUTRA)