Home Tulang Bawang Hukum

Kejahatan institusional' Bagaikan luka di atas luka bagi Rakyat Tulang Bawang

401
0
SHARE
Ilustrasi

Kejahatan institusional' Bagaikan luka di atas luka bagi Rakyat Tulang Bawang

Tulang Bawang (handal.id)---- Kejahatan institusional". Eksekutif maupun legislatif seringkali membuat peraturan yang tidak sesuai dengan logika kebijakan publik. Jika kejahatan institusional itu dipraktikkan secara
kolektif antara eksekutif dan legislatif. Legislatif yang mestinya mengawasi
kinerja eksekutif justru ikut bermain dan melakukan tindak pidana korupsi
secara bersama-sama dengan cara yang "legal". "Legal" karena dilegitimasi.

Keinginan bagi kita semua bangsa Indonesia untuk memiliki pemerintahan yang terbebas dari praktik korupsi, namun itu semua terasa hanya sebuah angan-angan saja melihat maraknya praktik korupsi yang terjadi di
Negri ini, hal ini di perparah dengan banyaknya praktik korupsi yang dipertontonkan oleh aparatur pemerintah daerah. Seperti halnya dugaan Korupsi yang di lakukan Oknum Pejabat yang ada di Sekertariat Daerah Tulang Bawang.
anggaran yang di kelola Setdakab melalu anggaran APBD/Swakelola  Tahun 2019 dengan Total Pagu senilai Rp 60.361.000.000.-
Untuk membiayai paket penyedia sebanyak 393 paket, yang dibagikan untuk 9 kepala  Bagian Satker dan 3 Bidang Asisten Sekertariat Pemerintah Daerah Kab. Tulang Bawang. Dari hasil intespigasi dan opser pasi dilapangan kuat dugaan besaran anggaran tersebut  justru diduga jadi lahan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), oleh para penguasa guna memperkaya diri. Para Oknum Pejabat yang ada di Sekertariat Daerah Tulang Bawang.

Kegiyatan yang diduga menjadi sorotan seperti program kegiyatan Pelayanan Administrasi Perkantoran Rp 20.828.851.576.- miliar. Menurut Logika dan banyaknya diyakini oleh masyarakat disana, kegiyatan yang di bagi menjadi 2 kali pencairan tersebut, terkesan pemborosan anggaran, bagai mana tidak, menurut salah satu sumber yang namanya enggan di Cantumkan. Bahwasannya anggaran  senilai itu sudah luar biasa besarnya. Walaupun kegiyatan itu di bagikan kepada 9 Bagian dan 3 Asisten di sekertariad disana, 5 milyar saja sudah besar, ucapnya. "Apa lagi nominal sebesar itu.

Disisi lain, menurut pengakuan Masyarakat disana, ' menilai selaku Bupati, Winarti sangat identik dengan kebohongan di mata rakyatnya. Menurut mereka, Seharusnya secara moral, janji adalah sesuatu Hutang, yang secara sungguh-sungguh dipegang untuk kemudian direalisasikan menjadi kenyataan, bukan sebaliknya hanya menjadi instrumen pencitraan diri untuk meraih simpati rakyat." Tutupnya.
Iya menambahkan "Seperti Diketahui dari 25 Progaram BMW yang di gadang gadang Masyarakat Tulang Bawang untuk menopang Kesejahtraan Masyarakat disana, hal itu hanya dinilai mencari Suara saja, dikala Winarti masih ada Kepentingan," tegas mereka.

Adanya kebohongan yang diduga di lakukan Orang Nomor Satu di wilayah itu, wajar saja bawahannya ahli dalam Kepiyawayan melakukan indikasi korupsi, buah tidak akan jauh dari pohonnya.
Seperti diketahui, angka kemiskinan disana diduga semenjak kepemimpinan Bupati Winarti, bukan semakin Turun. Justu Naik hingga menjadi 17646 jiwa, dari 14416 jiwa.
ditengah rasa frustasi rakyat atas tidak berjalannya proses hukum terhadap politisi-politisi kelas kakap yg terindikasi sangat kuat terlibat korupsi, kasus-kasus seperti ini bagaikan luka di atas luka bagi rakyat Tulang Bawang.

"Yang sangat mengherankan bagi kita, para penegak hukum kita seperti menutup mata atas kritikan dari berbagai elemen masyarakat sehingga kasus seperti ini terus terjadi," ucapnya.
(Red)