Home Pringsewu Hukum

Kemeriahan Korupsi 9 Paket Dinsos terendus, Paket Swakelola 2019 GATOT

509
0
SHARE
Fhoto Ilustrasi

Handalnews.id, Pringsewu - Prilaku oknum Koruptor Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu , dalam menikmati hasil korupsinya,bisa di Ibaratkan orang yang sedang berpesta pora dan tabur-tabur duit.

Sebanyak 9 paket swakelola sumber dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 yang nilainya mencapai milyaran Rupiah terindikasi Dugaan Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (KKN).Dampak dari prilaku culas oknum koruptor mengakibatkan realisasi 9 paket tersebut “GATOT” Gagal Total.


Menurut narasumber, mengatakan, 9 paket swakelola sumber dana APBD tahun 2019 yang diperuntukan untuk Dinas Sosial, Kabupaten Pringsewu, Dikorupsi. “hasil korupsinya dipakai oknum koruptor untuk berpoya-poya dan dampak realisasi dari 9 paket tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB) . Saya berani mempertanggung jawabkan statemen saya,” cetus sumber.

Lanjut Sumber, pola korupsi dari 9 paket swakelola terbilang rapih. aparat penegak hukum harus bekerja ekstra jika ingin membongkar permasalahan ini.“akan menjadi prestasi untuk aparat bila berhasil membongkar siapa dalang koruptor Dinsos”,.

Berita edisi lalu, yang berjudul 9 Paket Swakelola Dinsos Pringsewu Dikorupsi, Negara Merugi Rakyat Menderita

“Lagi dan Lagi. Indikasi dugaan Korupsi yang mengakibatkan Negara merugi rakyat menderita, kembali terjadi di Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu. Sebanyak 9 paket Swakelola milik Dinas setempat yang ber-sumber dari Anggaran Pendapatan Biaya Daerah (APBD) Tahun 2019 dikorupsi secara berjamaah.

Menurut pengakuan narasumber dan data yang ada dimeja SKU PAS-News, menjelaskan, tahun 2019 Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu, mendapatkan Kucuran dana APBD yang nilainya mencapai Milyaran Rupiah, dimana 9 paket diantaranya yang dikorupsi ialah kegiatan penyediaan jasa sewa gedung kantor Rp.60.000.000,-,Penyediaan jasa tenaga pendukung teknis administrasi perkantoran Rp176.200.000, Pemeliharaan rutin /berkala kendaraan Dinas /Operasional Rp183.900.000, Peningkatan kualitas pendataan PMKS dan basis Data terpadu Rp117.880.000,-.

Lanjut sumber,Kegiatan System layanan rujukan terpadu (SLRT) Rp166.818.000,- Peningkatan kualitas pelayanan,sarana dan prasarana rehabilitas kesejahteraan sosial bagi PMKS Rp109.650.000,- Belanja perawatan kendaraan bermotor Rp183.900.000,- Belanja cetak/pengadaan /dokumentasi Rp142.300.000,-Peningkatan kualitas SDM kesejahteraan sosial masyarakat Rp164.820.000,-. “modus para oknum koruptor Dinas Sosial untuk mendapatkan keuntungan dari kegiatan swakelola tahun ini. diatur sedemikian rupa dan setiap Oknum mempunyai peranan masing-masing. ilmu akal-akal dipakai, seperti menggelembungkan nominal anggaran, padahal harga satuan barang yang dibelanjakan lebih murah dari pengajuannya”,tegasnya.

Secara rinci sumber, menjelaskan, seperti kegiatan sewa gedung kantor yang menghabiskan anggaran sebesar Rp.60.000.000,-. Begitu jelas dikorupsi. sebab Kabupaten Pringsewu dalam wilayah zona kota untuk menyewa 1 rumah yang luas dan disediakan pekarangan, hanya kisaran Rp. 16 juta pertahun, itupun sudah berlantai 2. “dari kegiatan tersebut Rp 44 juta sudah positif masuk kantong pribadi oknum koruptor yang bersemayam disana”,katanya.

Lalu tambah sumber, kegiatan perawatan kendaraan bermotor Rp183.900.000,- tidak bisa diterima dengan akal sehat. sebab para pegawai yang ada di Dinas Sosial ketika mendapatkan kendaraan Dinas sudah membuat mereka puas karena mereka bisa melaksanakan kegiatan perkantoran. Dari rasa itulah oknum koruptor mengakalinya dengan lancarkan modus membodoh-bodohi,seolah-olah mengintruksikan para pemegang kendaraan Dinas agar dirawat dengan baik “bila ada yang rusak ya diganti” dan apabila tidak diikuti maka akan diancam kendaraan yang sudah diberikan akan ditarik dengan berbagai cara lalu para pegawai yang memegang kendaraan tersebut terpaksa mengikuti. “kalau sudah dirawat dan diganti sparepart, pasti akan ditanya kemaren ganti apa aja, disinilah celah oknum koruptor bermain, dengan membuat laporan palsu bahkan tidak segan-segan memalsukan kwitansi pembayaran alat motor”,jelasnya. (Hadi)