Home Lampung Utara Hukum

Kepala Bagian Kesra Lampung Utara Diduga Korupsi Rp 1 Miiliar

825
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Lampung Utara - Hukuman yang paling pantas untuk para Koruptor ialah Dipenjara. Hal itu pasti terbayang oleh oknum Koruptor di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Kabupaten Lampung Utara, sebab indikasi Dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) terendus di bagian tersebut.

Menurut narasumber  Anggaran Pendapatan Biaya Daerah (APBD) tahun 2020, milik bagian Kesra di korupsi. modusnya Mark-up kegiyatan Proyek.

“Sebanyak 13 paket Penyedi, dengan total anggaran Rp 1.006.000.000. Miliar," sebut sumber.

Menurut sumber menjelaskan, permainan Bagian Kesra melakukan Penggelembungan Pengadaan Alat Kantor Rp 117.500.000,- juta,  Pengadaan Perlengkapan Kantor dan Masjid - partisi multi HPL Rp 180.300.000,- juta, Pengadaan alat Rumah Tangga ( Islamic Center ) Rp 160.000.000,- juta. Dan  Belanja Pakayan Dinas Rp 52.000.000,- juta.

"Kalau hanya anggaran senilai Rp 117 juta, untuk pengadaan alat Kantor, anggaran sebesar itu sudah terlampau besar," ujar sumber.

Dan yang lebih Parahnya lagi diduga anggaran pengadaan alat Rumah Tangga Islamic Center senilai Rp 160 juta, tidak di realisasikan sepenuhnya oleh Pihak Dinas Kesra. Dan seperti kegiatan lainnya dalam realisasinya tidak releven dengan anggaran yang di kucurkan.

"Padahal tiap tahunnya kegiatan Di Bagian Kesra ini selalu di adakan. Pertanyaannya kegiyatan kegiyatan tahun tahun sebelumnya kemana. Sebab itu aset Negara, kalau pun ada Pelelangan pasti ada pemberitauwan agar Transparan," ucapnya.

Adanya hal itu, saat dikonfirmasi Bambang Hadiansyah SSTP.MM, selaku Kepala Bagian  Kesra, ia mengatakan anggaran untuk pengadaan alat kantor senilai Rp 117.500.000,- dana tersebut sudah dibelikan keperluan kantor sejenis Leptob, Printer, Kursi, dan AC. Untuk Kantor yang baru di rehab.

"Dan untuk pengadaan pakayan dinas, dana tersebut dibuatkan baju Kesra FDH, Kuning kaki PDH Putih, Pakayan Batik dan baju olah raga sudah semua," ujarnya.

Kalau kegiatan yang lain. Itu belum berjalan, karnea dana yang ada di BPKAD Kabupaten Lampung Utara apakah dana nya tersedia.

"Kami masih koordinasi ke pihak Badan Pengelola Keuangan Asli Daerah," jelasnya.

Adanya pengakuaan dari kepala Bagian Kesra, diduga Bambang dengan sengaja memboros boroskan uang Negara, dari hasil penelusuran di lapangan, seperti Komputer hingga Prin dan AC, masih memakai Barang lama, kuat dugaan peralatan tersebut hanya di CET agar terlihat  Baru. Hal ini akan terus di ungkap. Karna di duga bukan tahun anggaran 2020 saja yang menjadi Lahan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) oleh Oknum yang ada di Bagian Kesejahtraan Rakyat, tahun 2019 pun diduga jadi lahan korupsi guna memperkaya diri, tanpa perduli Penderitaan Rakyat disana. Namun Hal itu akan di beberkan Pada edisi Mendatang. (Red)