Home Pesawaran Hukum

Kepala Disdikbud Pesawaran, Segera Panggil Kepsek SMPN Satap 7, Dugaan Penyimpangan, Sanksi Menunggu

568
0
SHARE
Poto Dok : Drs Pauzan Suaidi, M.M, Kadis Dikbud Kabupaten Pesawaran

Handalnews.id, Pesawaran - Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran Drs Pauzan Suaidi, M.M, dalam waktu dekat akan segera memanggil Kepala SMPN Satu Atap (Satap) 7 Pesawaran Mulkan, terkait dugaan melakukan pungutan liar (Pungli) Dana sekolah dan dugaan penyimpangan Dana Bantuan Sekolah (BOS).

"Saya sudah mendengar itu melalui berita, dan saya sebagai Kepala Dinas Pendidikan yang pasti akan saya panggil, itu yang pertama," tegas Kepala Disdikbud Kabupaten Pesawaran, Selasa (25/8/2020).

Kemudian yang kedua katanya, Mulkan selaku Kepala sekolah, sudah melakukan kesalahan dalam pemotongan Dana PIP, kalaupun harus pihak sekolah yang mengambil dana tersebut itu Bank, karena saat ini tidak diperbolehkan ada keramaian, karena sekarang lagi adanya Covid-19. tetapi harus disalurkan sesuai dengan yang diterima, tidak boleh ada pemotongan sedikitkan.

"Apalagi sampai Rp 50 ribu atau Ratusan ribu, kalau bicara uang bensin, paling berapa dari Kedondong ke Tataan, Rp 20 ribu tidak habis untuk beli bensin, itu juga harus ada kesepakatan dari pihak wali murid dengan pihak sekolah," ujarnya.

Kalau memang nanti terbukti, lanjutnya, kepala sekolah telah melakukan pungutan dan penyimpanan Dana BOS, maka sanksi tegas akan dikenakan kepada dirinya.

"Kalau nanti memang terbukti secara pidana dari aparat penegak hukum, maka sanksi terberat pun akan menantinya," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala SMPN Satu Atap (Satap) 7 Pesawaran Mulkan, diduga melakukan beberapa pungutan liar (Pungli) Dana sekolah hingga ratusan juta rupiah.

Pasalnya,  setiap bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk puluhan siswa dipotong hingga ratusan ribu rupiah, kemudian ada juga pungutan dari pihak sekolah kepada wali murid untuk pembelian meja dan kursi serta adanya dugaan penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Salah seorang wali murid menuturkan, anaknya mendapatkan bantuan PIP setiap tahunnya, dan setiap pencairan pihak sekolah selalu meminta uang dengan nominal bervariasi.

"Setiap pencairan anak kami diminta sejumlah uang, jumlah yang didapat siswa kan beda-beda pak, ada yang di minta 100 ribu ada juga 50 ribu, tergantung berapa dapat bantuan," ujarnya, Sabtu (22/8/2020).

Ditambahkan, pihak sekolah mengatakan bahwa dana yang diminta untuk mengurus berkas agar bantuan bisa tersalurkan.

"Katanya buat ngurus berkas, kami ya kasih saja karena kami masyarakat dibawah tidak tau tentang aturan pak," tambah dia.

Terpisah, salah seorang siswa SMPN Satap 7 Pesawaran menuturkan, selain pungutan PIP dirinya setiap tahun harus membayarkan sejumlah uang dengan alasan sumbangan bangku.

"Kalau PIP semua yang dapat ditarik uang pak, sekitar 70 an orang saya dan teman teman saya, alasannya ya buat ngurus berkas, kami kasih ke bu Sri uangnya, setiap tahun kami juga ada bayar sumbangan bangku," imbuhnya.

"Kalau cerita kawan saya beda lagi, waktu kelas 3 dia tidak lanjut sekolah, buku rekening dipegang guru setelah dia keluar, mungkin masih cair," timpalnya.

Investigasi Handalnews.id di lapangan, selain pungli yang dilakukan, penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bernilai ratusan juta pertahun di sekolah bersangkutan diduga ada pelanggaran dalam penggunaan.

Saat dihubungi, Kepala SMPN Satap 7 Pesawaran, Mulkan tidak menampik tudingan tersebut, hanya saja menurutnya pemberian yang dilakukan kepada Wakil Kepala Sekolah sudah dengan persetujuan siswa.

"Saya serahkan sepenuhnya ke Waka Kurikulum (Ibu Sri-red), kalaupun ada pemberian sudah kesepakatan, terkait uang sumbangan kursi saya jadi Kepala Sekolah baru 1 tahun," kata dia.

"Kalau untuk dana BOS sesuai dengan Juklak dan Juknis dana BOS," tambahnya. (Ismail)