Home Lampung Selatan Peristiwa

Kepala Puskesmas Natar : Saya Tidak Mau Terima Akreditasi Paripurna, Males Kerepotan

602
0
SHARE
Poto : Ilustrasi

Handalnews.id, Lamsel - Malas untuk di repotkan, Kepala Puskesmas Natar, Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan, dr. Nessi Yunita, M.M, ogah meraih Paripurna pada pelaksaan Akreditasi mendatang. Ini menggambarkan adanya ketidak seriusan KUPT  dalam pengelolaan Puskesmas. 


"Saat ini Puskesmas Natar status utama, saya tidak mau kalo Puskesmas Natar mendapatkan Akreditasi Paripurna pada Akreditas  nanti, males kerepotan," ungkapnya kepada awak media ini. 

Menurut salah satu sumber memandang, ungkapan KUPT  tersebut sangat tidak patut untuk di contoh, sebagai Garda terdepan di bidang kesehatan, seharusnya KUPT memiliki visi dan misi yang jelas untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, bukan malah takut atau malas untuk kerepotan. 

Dia menjelaskan, tujuan dilaksanakannya Akreditasi ialah untuk pembinaan peningkatan mutu kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan tehadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu, sistem penyelenggaraan pelayanan serta program dan penerapan manajemen risiko.

"Jika ada KUPT yang tidak mau status Puskesmas yang  di pimpinya naik, artinya KUPT tersebut tidak serius dalam melakukan peningkatan kesehatan baik di intern puskes itu sendiri ataupun terhadap masyarakat," ujarnya. 

Status akteditasi sendiri terdapat lima tingkat yaitu; tidak akreditasi, akreditasi dasar, akreditasi madya, akreditasi utama, dan yang tertinggi akreditasi paripurna.

"Seharusnya KUPT Puskesmas berjuang untuk meraih akreditas paripurna," ujar sumber. 

Iya berharap, Dinas Kesehatan Lampung Selatan, dapat melakukan evaluasi kembali KUPT tersebut, apalagi KUPT itu sudah hampir 10 tahun lebih disana. 

Dilain sisi, masyarakat setempat mengatakan, mereka sangat kecewa atas apa yang telah dikatakan oleh KUPT.

"Saya sangat berharap pelayanan dan pengobatan yang ada di Puskesmas Natar di tahun 2020 ini dapat lebih baik dari sebelumnya, kalo KUPT nya saja takut kerepotan bagaimana bisa," ungkapnya. (Rzl)