Home Hukum

Kepala SMAN 1 Kedondong Tilep Dana Sekolah, Bendahara Beberkan Ini

768
0
SHARE
Kepala SMAN 1 Kedondong, Dudi Indiana

Handalnews id, Pesawaran - Kepala SMAN 1 Kedondong, Dudi Indiana diduga banyak lakukan pelanggaran penggunaan dana, baik dana Komite maupun dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Yang terbaru, jajaran Komite SMAN 1 Kedondong membeberkan sejumlah fakta mencengangkan terkait penggunaan dana tidak pada peruntukkannya yang dilakukan sang Kepsek.

"Sekarang wali murid sudah menanyakan baju batik sekolah yang tidak kunjung dibagikan karena masih di konveksi dengan kekurangan pembayaran sekitar 29 juta," ujar bendahara komite SMAN 1 Kedondong, Rosmanidar, (20/12) melalui sambungan telepon.

Dia menjelaskan, Kepsek (Dudi Indiana - red) telah memakai dana Komite senilai Rp.32 juta lebih yang tidak tepat guna.

"Dia pinjam uang ke kami dengan alasan menutupi kekurangan dana di sekolah Rp. 32 jutaan, dia berjanji saat pencairan dana BOS akan dipulangkan," jelas dia.

"Sebenarnya tidak boleh kepsek pakai dana tersebut, namun karena alasannya untuk menutupi kebutuhan sekolah ya kami berikan dengan catatan diganti, karena dana tersebut kami butuhkan untuk menebus baju batik siswa," tambahnya.

Alih alih dibayar kata dia, sang Kepsek malah membela diri dengan cara yang tidak wajar dengan mengundang segelintir wali murid, camat beserta tokoh masyarakat.

"Yang kita bingung, dana BOS kan sudah cair dia bukannya bayar malah mengundang dengan acara yang tidak jelas untuk melakukan pembenaran dan mencari dukungan," kata dia.

"Akhirnya bukan dukungan yang didapat, kepsek malah terpojok karena memang dia telah memakai dana Komite bukan peruntukannya, kami komite tidak muluk muluk, dana yang dipinjam dipulangkan karena itu gak siswa," timpalnya.

Terpisah, Camat Kedondong Minak Yakin mengungkapkan, dirinya mendapatkan undangan dari pihak sekolah terkait rapat koordinasi, namun dirinya menyayangkan bahwa pihak sekolah tidak menyertakan data data lengkap terkait apa yang hendak disampaikan.

"Saya sarankan rapat ditunda, selesaikan dulu laporan keuangannya, rapat intern dulu baru buat rapat lagi karena saya belum tau persis apakah dana itu dipakai kepala sekolah atau seperti apa," ungkapnya.

Senada dengan Camat Kedondong, salah satu wali murid yang hadir dalam rapat, Suryadarma Yahya juga menyebutkan, terlalu banyak masalah yang ada disekolah dan terkesan tidak ada koordinasi satu sama lain dalam hal penggunaan dana.

"Selama pak Dudi jadi Kepsek sudah 3 orang ketua komite mundur, yang jadi pertanyaan ini yang tidak beres komite atau kepala sekolah, sekarang ada rapat yang diundang wali murid hanya 8 orang, maksudnya apa?" Tandasnya.

"Selama ini tidak pernah pak Dudi mengadakan rapat pertanggungjawaban penggunaan BOS, alasannya intern, sedangkan dana desa saja ada," tukasnya.

Hal tersebut menambah panjang catatan hitam yang dilakukan Dudi Indiana terkait dugaan penggelapan dana sekolah, setelah sebelumnya diberitakan adanya dugaan penggelapan dana BOS kurun 3 tahun belakangan.

"Ya pak, selama Pak Dudi menjabat kepala sekolah disini, banyak anggaran sekolah yang tidak jelas kegunaan nya," jelas salah satu dewan guru yang nama nya minta dirahasian, Senin (28/10/19).

Dirinya mengungkapkan semua dewan guru sudah mengetahui semua, namun mereka tidak berani bicara, karena kepala sekolah (Dudi Indiana-red) sangat lihai dan terkenal licik dalam memainkan pelaporan anggaran sekolah.

"Pak Dudi dalam membuat laporan pertanggungjawaban sangat lihai dan licik sehinga aparat penegak hukum serta masyarakat bisa dikelabuinya," katanya.

Dia menyebutkan banyak anggaran sekolah yang di manipulasi dan di mark'up kepala sekolah seperti untuk tahun ajaran 2018/2019, diantara Dana Bantuan Operasional sekolah (BOS), Bantuan untuk Program Indonesia Pintar (PIP), Dana Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDP) dan dan Dana Komite.

"Itu baru anggaran tahun ajaran 2018/2019, nilainya sudah Millyaran rupiah, belum lagi tahun 2017 dan 2016, semua kegiatan banyak yang tidak terealisasi dan untuk laporan nya manipulasi dan di Mark'up," ucapnya.

"Tahun ini saja banyak Staf TU dan Guru Honorer yang belum dibayar," tambahnya, namun dirinya mewanti-wanti agar namanya dirahasiakan untuk sementara, kecuali nanti ketika sudah di aparat penegak hukum, diri nya bersedia menjadi saksi.

Sementara itu Kepala SMAN 1 Kedondong Dudi Indiana, M.Pd, ketika dikonfirmasi melalui telpon seluler tidak di angkat, dan ketika di hubungi melalui Whatsapp, dirinya mengatakan masih dalam perjalanan.

"Wassalamualaikum maaf Dinda tadi gak keangkat. Saya lagi otw pringsewu, anak saya sakit. Buru-buru nanti saya telepon balik ya," ucapnya, Senin (28/10/19).   (Ismail)