Home Lampung Tengah Pendidikan

Kepala SMAN 1 Seputihmataram Tantang Audit Dana Komite

210
0
SHARE

Handalnews.id, Lampung Tengah - Kepala SMAN 1 Seputihmataram, Lampung Tengah (Lamteng), I Made Tantra, menantang semua pihak, termasuk awak media untuk mengaudit dana komite sekolah, sekaligus penggunaannya.

"Silakan saja kalau ada yang meminta audit. Kita siap, karena tidak ada rekayasa," tantangnya.

Kalimat bernada angkuh ini, disampaikannya dihadapan puluhan wartawan, dari berbagai media cetak, elektronik dan online, di ruang kerjanya, Rabu (14/8/2019).

Menurutnya, tidak ada yang perlu dirahasiakan, dalam rapat komite antara walimurid, pengurus komite dengan pihak sekolah, yang dilaksanakan pada Selasa (13/8/2019) lalu.

Penyataan Made Tantra ini, menjawab pertanyaan awak media, terkait oknum guru bernama Deka Andriani, yang mengusir wartawan media online Wartanews, Rudianto, saat akan meliput kegiatan rapat komite.

Atas sikap oknum guru yang tidak bersahabat itu, sejumlah wartawan yang tergabung dalam Paguyuban Jurnalis Lampung Tengah (PJLT), berusaha menemui pihak sekolah tersebut, untuk mencari tahu apa sebenarnya yang telah terjadi, hingga pihak sekolah bersikap arogan.

Dalam pertemuan antara itu, I Made Tantra justru menyalahkan Rudianto, yang dikatakannya bersikap tidak sopan, dan masuk tanpa izin terlebih dulu.

"Kita ini mitra, ini hanya kesalahfahaman, kami tidak mengusir. Memang rapat komite itu terbuka, tetapi seharusnya izin dulu, bukan nyelonong. Sudah klarifikasi, cukup sampai disini, kami tidak berniat lapor polisi," kata Made.

Sementara Rudianto menjelaskan, ia telah mengikuti prosedur yang berlaku di sekolah tersebut, masuk dengan izin, mengisi buku tamu dan menunggu.

Disaat Rudianto sedang menunggu untuk bertemu Kepala sekolah, ia melihat ada rapat komite yang sedang berlangsung, ia mencoba masuk ruangan untuk mengambil gambar, namun tiba-tiba dihadang dan dimaki-maki oleh oknum guru bernama Deka, antara keduanya sempat terjadi perdebatan.

Deka Andriyani yang juga sebagai Waka Bidang Humas sekolah ini, menceritakan secara detil kronologis terjadinya perselisihan tersebut. Menurutnya, ia menegur Rudianto dengan baik, agar meminta izin terlebih dahulu, namun Rudi menjawab tak perlu izin. Hal itu memancing emosinya, sehingga mulai berkata keras.

"Saya meminta satpam, agar mengamankan, karena tak bisa diajak koordinasi. Saya tidak bermaksud mengusir," aku Deka.

Soal upaya merampas HP Rudi, Deka menjelaskan karena Rudi fokus merekam dirinya sambil menanyakan nama. Hal itu membuatnya jengah. "Saya menepis Hp yang diarahkan ke saya, bukan merampas," katanya.

Sementara Rudi bersikukuh telah mengikuti prosedur dengan mengisi buku tamu dan menunggu beberapa saat. Tetapi karena melihat ada rapat komite, ia tergerak untuk meliput. Lebih-lebih tidak ada informasi bahwa rapat itu tertutup. (Gun)