Home Lampung Tengah Pendidikan

Kepala SMKN 2 Terbanggibesar Serahkan Ijazah Kepada Siswa Miskin

189
0
SHARE

Handalnews.id, Lampung Tengah - Sebagai bentuk kemanusiaan kepada sesama, Kepala SMKN 2 Terbanggibesar, Lampung Tengah (Lamteng), Yos Devera, S.Pd., MM., menyerahkan ijazah atas nama Afrizal.

Diketahui, Afrizal yang telah menamatkan sekolahnya di SMKN 2 Terbanggibesar, pada tahun 2018 lalu. Namun Surat Tanda Tamat Belajar (STTB)-nya masih tertinggal di sekolah, karena ia memiliki tunggakan pembayaran biaya sebesar Rp11.900 ribu.

Siswa ini adalah anak dari Ny. Wati (50) warga Kelurahan Bandarjaya Barat, Kecamatan Terbanggibesar, Lamteng, ia seorang janda miskin, yang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap, dengan tempat tinggal (rumah-red) menumpang.

Ironisnya, menurut pengakuan ibu Wati ini, dirinya sama sekali tidak mendapatkan fasilitas miskin dari pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Beras Sejahtera (Rastra), Program Indonesia Pintar (PIP) atau sejenisnya.

"Saya gak dapat apa pak, gak tahu kenapa, padahal saya janda, miskin, rumah aja numpang sama orang lain. Anak saya 3 orang, bapaknya sudah meninggal dunia sejak 8 tahun lalu," keluhnya.

Dimbahkan ibu Wati, dirinya datang ke sekolah untuk meminta ijazah anaknya, karena sang anak sangat membutuhkannya untuk melamar pekerjaan. Dan ia datang ke sekolah hanya membawa uang sebesar Rp5 juta, itupun hasil kumpul-kumpul dari kedua anaknya, agar bisa mengambil ijazah.

Kepala SMKN 2 Terbanggibesar, Yos Devera mengatakan, dengan segala pertimbangan kemanusiaan, dirinya ikhlas menyerahkan ijazah semua siswa. Karena surat berharga tersebut memang hak mutlak siswa, jadi menurutnya tidak ada alasan untuk menahan ijazah.

Mengenai tunggakan pembayaran biaya sekolah, yang masih belum terlunasi oleh orang tua siswa, Yos Devera menyerahkan hal tersebut kepada yang bersangkutan. Dirinya tidak akan menghambat kepentingan orang lain, hanya karena biaya yang tidak seberapa.

"Itukan (ijazah-red) adalah hak semua siswa, ya harus kita serahkan, karena mereka (siswa-red) membutuhkannya. Masalah sisa tunggakan yang belum terlunasi, kita serahkan saja kepada mereka, kita tidak akan memaksakan mereka untuk melunasinya," jelasnya.

Ditambahkan Yos Devera, kebijakan pihak SMKN 2 sudah yang ke sekian kalinya, karena beberapa siswa miskin lainnya, juga diberikan kebijakan yang sama. Pihak sekolah tidak akan menahan hak siswa, yang tentunya sesuai dengan kondisi sebenarnya. (Gun)