Home Pesawaran Hukum

Kepala SMPN Satap 7 Pesawaran, Diduga Korupsi Dana Sekolah Ratusan Juta Rupiah

662
0
SHARE
Poto : Mulkan, Kepsek SMPN Satap 7 Pesawaran

Handalnews.id, Pesawaran - Kepala SMPN Satu Atap (Satap) 7 Pesawaran Mulkan, diduga melakukan beberapa pungutan liar (Pungli) Dana sekolah hingga ratusan juta rupiah.
 
Pasalnya,  setiap bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk puluhan siswa dipotong hingga ratusan ribu rupiah, kemudian ada juga pungutan dari pihak sekolah kepada wali murid untuk pembelian meja dan kursi serta adanya dugaan penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
 
Salah seorang wali murid menuturkan, anaknya mendapatkan bantuan PIP setiap tahunnya, dan setiap pencairan pihak sekolah selalu meminta uang dengan nominal bervariasi.
 
"Setiap pencairan anak kami diminta sejumlah uang, jumlah yang didapat siswa kan beda-beda pak, ada yang di minta 100 ribu ada juga 50 ribu, tergantung berapa dapat bantuan," ujarnya, Sabtu (22/8/2020).
 
Ditambahkan, pihak sekolah mengatakan bahwa dana yang diminta untuk mengurus berkas agar bantuan bisa tersalurkan.
 
"Katanya buat ngurus berkas, kami ya kasih saja karena kami masyarakat dibawah tidak tau tentang aturan pak," tambah dia.
 
Terpisah, salah seorang siswa SMPN Satap 7 Pesawaran menuturkan, selain pungutan PIP dirinya setiap tahun harus membayarkan sejumlah uang dengan alasan sumbangan bangku.
 
"Kalau PIP semua yang dapat ditarik uang pak, sekitar 70 an orang saya dan teman teman saya, alasannya ya buat ngurus berkas, kami kasih ke bu Sri uangnya, setiap tahun kami juga ada bayar sumbangan bangku," imbuhnya.
 
"Kalau cerita kawan saya beda lagi, waktu kelas 3 dia tidak lanjut sekolah, buku rekening dipegang guru setelah dia keluar, mungkin masih cair," timpalnya.
 
Investigasi Handalnews.id di lapangan, selain pungli yang dilakukan, penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bernilai ratusan juta pertahun di sekolah bersangkutan diduga ada pelanggaran dalam penggunaan.
 
Saat dihubungi, Kepala SMPN Satap 7 Pesawaran, Mulkan tidak menampik tudingan tersebut, hanya saja menurutnya pemberian yang dilakukan kepada Wakil Kepala Sekolah sudah dengan persetujuan siswa.
 
"Saya serahkan sepenuhnya ke Waka Kurikulum (Ibu Sri-red), kalaupun ada pemberian sudah kesepakatan, terkait uang sumbangan kursi saya jadi Kepala Sekolah baru 1 tahun," kata dia, ketika dikonfirmasi via telpon seluler, Senin (24/8/2020).
 
"Kalau untuk dana BOS sesuai dengan Juklak dan Juknis dana BOS," tambahnya.
 
Sementara itu, salah seorang Korodinator Wilayah (korwil) SMP, Khudori saat dihubungi mengaku sudah mendengar terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan Kepala SMPN Satap 7 Pesawaran, namun dirinya tidak bisa berkomentar banyak karena belum bertemu secara langsung.
 
"Saya sudah dengar, tapi saya tidak bisa bicara banyak, karena itu urusan rumah tangga orang, ketemu dulu saja pak dengan yang bersangkutan," tandasnya.
 
Dengan fakta-fakta tersebut, ada dugaan ratusan juta dana yang diperuntukkan kepada Siswa yang ditelantarkan pemerintah menguap ke oknum Kepala SMPN Satap 7 Pesawaran Mulkan.   (Ismail)