Home Tulang Bawang Hukum

Kepsek SMAN 1 Banjar Agung Diduga Korupsi BOS

1262
0
SHARE

Handalnews.id, Tulang Bawang - Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Banjar Agung, Tulang Bawang, Daniel Anwar, diduga telah dengan sengaja mengkorupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima pihaknya tahun anggaran 2018. Akibat daripada prilaku koruptif Daniel Anwar berimbas kepada mangkraknya kemajuan pendidikan disekolah itu. Bahkan cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa harus kandas dibuatnya.


Seperti diketahui, dana BOS yang dikucurkan pemerintah pusat melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI ini merupakan salah satu program untuk menunjang kegiatan pendidikan agar setiap pelajar di negeri ini menerima kesempatan yang layak untuk bersekolah.

Selain itu, sektor pendidikan seharusnya bebas dari praktik korupsi karena pada bagian inilah intregritas bangsa Indonesia akan tecermin.

Alih-alih menjadi pengawal moral, institusi-institusi pendidikan malah menjadi lahan subur tumbuh dan berkembangnya praktik korupsi seperti halnya yang terjadi di SMA Negeri 1 Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang.

Dana BOS yang diterima pada setiap triwulan dengan nominal yang cukup besar rupanya membuat Kepala SMA Negeri 1 Banjar Agung, Daniel Anwar menjadi gelap mata dan akhirnya berperilaku korup.

Contohnya, pada tahun anggaran 2018, diduga Daniel Anwar selaku kepala sekolah SMA Negeri 1 Banjar Agung, diduga mengkorupsi dana BOS yang seharusnya digunakan untuk mendanai anggaran 10 item kegiatan.

Seperti diketahui anggaran yang dikucurkan oleh Kemendikbud untuk SMA Negeri 1 Banjar Agung sebesar Rp1.085.080.000, yang dipecah menjadi empat Triwulan.

Triwulan 1 Rp219.800.000;
Triwulan 2 Rp437.920.000;
Triwulan 3 Rp218.680.000 dan
Triwulan 4 Rp218.680.000

Dari informasi yang diberikan narasumber koran ini, diketahui bahwa anggaran dana BOS SMA Negeri 1 Banjar Agung tersebut tidak dikucurkan sepenuhnya oleh Daniel.

Justru oknum kepala sekolah ini mengalihkan anggaran tersebut untuk memperkaya dirinya sendiri.

Sumber juga mengatakan jika kegiatan pengadaan buku K-13 pada Triwulan ke 2 senilai Rp437.920.000, yang di anggarkan pihak sekolah untuk membeli 3290 buku untuk 785 siswa, namun kenyataannya kegiatan itu tidak direalisasikan sepenuhnya.

Keterangan sumber ini diperkuat dengan foto ruang perpustakaan SMAN 1 Banjar Agung yang menampilkan gambaran rak pajang yang hanya dipenuhi buku lawas dan hasil konfirmasi dari siswa sekolah tersebut juga diketahui bahwa mereka jarang membawa atau meminjam buku di perpustakaan sekolah.

Seharusnya setiap siswa di sekolah itu diwajibkan untuk meminjam 3 buku dari perpustakaan sekolah.

Justru kenyataan yang terjadi adalah buku-buku yang ada di lemari perpustakaan dipenuhi dengan buku lawas yang kondisinya sudah banyak rusak, bahkan almarinya pun banyak termakan rayap.

Semakin ketat peraturan dan pengawasan yang diterapkan oleh pemerintah rupanya tidak menjadi penghalang bagi oknum kepala sekolah nakal untuk melakukan aksinya dengan berbagai modus dalam mengelabui pemerintah dan masyarakat.

Mulai dari mark up anggaran belanja komponen kegiatan murid saat pengajuan dana BOS lalu mencairkan dana yang bukan hak sekolah serta merahasiakan berapa dana yang dikelola dan untuk apa saja dana BOS tersebut, kepada masyarakat khususnya wali murid.

Terkait tindak pidana penyalahgunaan wewenang jabatan ini, dimuat dalam Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001, bahwa setiap orang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan dapat merugikan Negara dapat di Pidana.

Sumber juga mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung dan pihak penegak hukum agar dapat segera menindaklanjuti terkait adanya dugaan korupsi dana BOS di SMAN 1 Banjar Agung yang merugikan negara hingga ratusan juta Rupiah.

Saat ingin dikonfirmasi Daniel Anwar selaku kepala sekolah SMAN 1 Banjar Agung, menyarankan agar awak koran ini datang kesekolahnya untuk melakukan konfirmasi dan ia menolak memberikan komentar lebih lanjut. (Red)