Home Lampung Selatan Hukum

Ketua K3S Kecamatan Katibung Diduga Pungli Dana BOS

1212
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Lamsel -  Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tingkat Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, tahun 2019 - 2020 diduga diwarnai dengan Tindakan Pungli.

Pasalnya diduga Elizar selaku Ketua forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) meintruksikan Seluruh kepala sekolah SDN, untuk menyetorkan uang sebesar Rp4000 rupiah per siswa penerima BOS dan pada tahun 2020 sebesar Rp6000 rupiah. 

Menurut keterangan sumber mengungkapkan jika tiap pencairan dana BOS pada tahun 2019 kepala sekolah harus menyetorkan uang sebesar Rp4000 persiswa. Dan untuk tahun 2020 setoran yang diminta naik menjadi Rp6000, kenaikan setoran tersebut mengikuti kenaikan dana BOS yang diterima pada tahun 2020. 

Sumber menjelaskan jika setoran dana BOS tersebut diserahkan langsung oleh kepala sekolah kepada Ketua K3S.

"Setiap pencairan dana BOS Forum K3S akan mengadakan rapat, dan disitulah pungli yang dilakuan oleh ketua K3S berlangsung," ungkapnya. 

Dia juga mengatakan jika dana yang terkumpul tersebut digunakan untuk keperluan Forum K3S, seperti kegiatan rapat, kegiatan bina bakat, gaji operator dan untuk biyaya transport ke dinas. 

Meski demikian, sumber menjelaskan jika anggaran yang diserahkan kepada K3S tersebut tidak bisa untuk dilaporkan dalam pelaporan kegunaan anggaran / SPJ. Dalam menyiasati anggaran yang sudah terpangkas tersebut akhirnya mau tidak mau kepala sekolah harus putar otak dengan cara me Mark - Up penggunaan dana BOS di sekolah masing - masing. 

Dampak dari tindakan yang diduga dilakukan oleh K3S sangat besar sekali dan mencoreng dunia pendidikan yang ada di Kabupaten Lampung Selatan. Salah satu dampak yang sangat terlihat akan terjadi ialah menjamurnya tindakan korupsi yang bisa terjadi di Tingkat Sekolah Dasar, seperti pepatah mengatakan "Guru Kencing Berdiri Murid Kencing Berlari".

Ketika dikonfirmasi melalui via Whatsap, Elizar mengatakan jika hal itu tidak ada. 

Ingin tahu berita selanjutnya dan apakah ada keterlibatan dari pihak Dinas Pendidikan setempat, tunggu kabar selanjutnya.  (Red)