Home Lampung Selatan Hukum

Ketua K3S Kecamatan Natar Lancarkan Pungli Hingga Ratusan Juta Rupiah

487
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Lamsel - Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Parwito diduga melakukan pungutan liar (pungli) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp1.500 per siswa tiap termin pencairan dana BOS. Dan berlangsung sejak tahun 2018 - 2019.

Menurut keterangan sumber yang menolak namanya untuk dipublikasikan mengatakan jika Pungli Dana Bantuan Operasional sekolah (BOS) tersebut sudah berlangsung cukup lama.

"Kalau sepengetahuan saya pungli yang dilakukan oleh Pak Parwito sudah berlangsung sejak pencairan  Dana BOS tahun 2018-2019," katanya. 

Dia mengungkapkan, dana yang diperoleh dari hasil pungli tersebut digunakan oleh Parwito untuk keperluan organisasi K3S.

"Kalau katanya si uangnya digunakan untuk keperluan organisasi K3S, tetapi apapun alasanya ini kan melanggar aturan," tandasnya.  

Diketahui jika jumlah seluruh siswa SD di Kecamatan Natar sebanyak 16.691, yang terbagi dalam 59 sekolah Negeri dan 5 sekolah swasta. 

Jika dikalkulasikan maka tiap pencairan Dana BOS Parwito berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 25.036.500. Dan apabila dikalikan dengan jumlah termin yang sudah cair sejak tahun 2018-2019 dana yang sudah berhasi Parwito gerogoti sebesar Rp175.255.500.

Selain itu, menurut keterang sumber lain menduga jika dana tersebut sebagian disetorkan kepada oknum di Dinas Pendidikan Lampung Selatan.

"Logika aja mas masak tiap termin disuruh setor, kalau bukan untuk disetorkan ke Dinas ya untuk apa lagi," pungkasnya. 

Menurutnya, permasalahan ini harus segera di selesaikan, karena ini sangat merugikan siswa dan merugikan sekolah, bahkan sangat mencoreng dunia pendidikan yang ada di Kabupaten Lampung Selatan.

Ketika dikonfirmasi terkait permaslahan tersebut, Parwito berdalih dan mengatakan jika dirinya tidak pernah melakukan pungli. 
Ingin tahu siapa oknum dinas yang menerima setoran dana BOS tersebut, tunggu serial berikutnya. (Red)

Handalnews.id, Lamsel - Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Parwito diduga melakukan pungutan liar (pungli) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp1.500 per siswa tiap termin pencairan dana BOS. Dan berlangsung sejak tahun 2018 - 2019.

Menurut keterangan sumber yang menolak namanya untuk dipublikasikan mengatakan jika Pungli Dana Bantuan Operasional sekolah (BOS) tersebut sudah berlangsung cukup lama.

"Kalau sepengetahuan saya pungli yang dilakukan oleh Pak Parwito sudah berlangsung sejak pencairan  Dana BOS tahun 2018-2019," katanya. 

Dia mengungkapkan, dana yang diperoleh dari hasil pungli tersebut digunakan oleh Parwito untuk keperluan organisasi K3S.

"Kalau katanya si uangnya digunakan untuk keperluan organisasi K3S, tetapi apapun alasanya ini kan melanggar aturan," tandasnya.  

Diketahui jika jumlah seluruh siswa SD di Kecamatan Natar sebanyak 16.691, yang terbagi dalam 59 sekolah Negeri dan 5 sekolah swasta. 

Jika dikalkulasikan maka tiap pencairan Dana BOS Parwito berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 25.036.500. Dan apabila dikalikan dengan jumlah termin yang sudah cair sejak tahun 2018-2019 dana yang sudah berhasi Parwito gerogoti sebesar Rp175.255.500.

Selain itu, menurut keterang sumber lain menduga jika dana tersebut sebagian disetorkan kepada oknum di Dinas Pendidikan Lampung Selatan.

"Logika aja mas masak tiap termin disuruh setor, kalau bukan untuk disetorkan ke Dinas ya untuk apa lagi," pungkasnya. 

Menurutnya, permasalahan ini harus segera di selesaikan, karena ini sangat merugikan siswa dan merugikan sekolah, bahkan sangat mencoreng dunia pendidikan yang ada di Kabupaten Lampung Selatan.

Ketika dikonfirmasi terkait permaslahan tersebut, Parwito berdalih dan mengatakan jika dirinya tidak pernah melakukan pungli. 
Ingin tahu siapa oknum dinas yang menerima setoran dana BOS tersebut, tunggu serial berikutnya. (Red)