Home Pariwara

Ketua PWI : Wartawan Harus Punya Karya Tulis, Jangan Jadi Plagiat

262
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Bandar Lampung -  Wartawan yang tergabung di Persatuan Wartawan Indonesia
(PWI) yang tergabung di Provinsi Lampung agar lebih meningkatkan profesionalitas dengan wawasan yang lebih, dalam menyajikan peliputan berita agar tidak melakukan plagiat berita dan copy paste saja, namun wartawan harus menghasilkan karya tulis sendiri mengingat plagiat saat ini sedang marak.

Demikian di ungkapkan Ketua PWI Propinsi Lampung, Supriadi Alfian, saat menggelar Workshop Penguatan Kompetensi Wartawan yang di selenggarakan oleh  PWI Cabang Lampung, Sabtu (21/12/2019).

"Saya sangat mengapreasiasi kepada seluruh wartawan yang ada di Propinsi Lampung maupun di Kota dan Kabupaten yang telah mengikuti Workshop Penguatan Kompetensi Wartawan ini," katanya.

Supriyadi menjelaskan penguatan Kompetensi Wartawan sangatlah penting, sebab selain untuk bersilaturohmi juga dapat menambah wawasan wartawan. Kedepan wartawan dituntut untuk lebih profesional dalam menyajikan setiap pemberitaan.

"Saya menghimbau kepada seluruh wartawan khususnya wartawan yang tergabung di PWI yang ada di Provinsi Lampung agar lebih meningkatkan profesionalitas dengan wawasan yang lebih dalam," sebutnya.

Meskipun sudah mempunyai sertifikat UKW, tambah dia, hal itu belum menjamin wartawan berkompetensi karena seorang wartawan harus bisa berkompetensi dalam penulisan berita sebagai wartawan harus profesional.

Di sisi lain Supriyadi juga menghimbau kepada PWI di seluruh Kabupaten dan Kota  agar turut mengembangkan program PWI, untuk itu dalam menciptakan program PWI jangan tergantung pada angggran pemerintah saja.

"Akan tetapi hendaknya PWI bisa berinovasi dalam melakukan program-program yang ada dan bisa menggandeng stok Holder di wilayahnya masing-masing," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kominfo Provinsi Lampung,A.Ir.Chrisna Putra,M.E.P menyambut baik dengan di adakanya Workshop yang bertujuan untuk  membekali wartawan agar lebih profesional 
sesuia dengan Undang-undang Pers nomor 40 tahun 1999, di mana
wartawan dituntut untuk bisa lebih profesional dalam menyajikan informasi-informasi yang aktual.

"Saya berharap kepada wartawan agar dalam membuat dan  menerbitkan berita baik itu berita pembangunan lebih-lebih yang berbau skandal  hendaknya dicroscek dan berimbang sebab kalau berita sudah di muat tidak akan mengembalikan sebuah nama terebut menjadi baik karena sudah terbentuk opini di tengah-tengah masyarakat," ucap nya.   (Mis)