Home Pringsewu Hukum

Korupsi 2,8 Milyar, GRAK Lapor Kajati Lampung

211
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Samsir Diduga Amankan Jatah Bupati

Handalnews.id, Pringsewu - Ketua Lembaga Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GRAK) Lampung, Andika Putra, akan segera melaporkan mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pringsewu, Samsir, atas dugaan keterlibatan menerima fee-proyek dikala saat dirinya menjabat sebagai kepala Dinas di satuan tersebut.

Andika mengatakan pihaknya akan laporkan masalah dugaan Korupsi 2,8 Milyar Di Dinas Pemuda Olahraga tersebut kepada Kejaksaan Tinggi Provinsi Lampung.

“Data yang kami miliki baik foto dokumentasi dan lainnya sedang Kami persiapkan, kami juga akan menggelar aksi”, katanya.

Apalagi Samsir dikala itu memang sudah pernah diperiksa tetapi prosesnya tidak jelas, artinya dalam hal ini pihaknya mencurigai bahwa ada dugaan permainan antara pihak Dispora yang dikala itu dipimpin Samsir dengan pihak Kejari Pringsewu.

"Samsir pernah diperiksa oleh Kejari Pringsewu, namun prosesnya tidak jelas, ini ada apa, maka dalam waktu dekat kami akan laporkan Samsir ke Kejati Lampung," ucapnya.

Berita edisi lalu.

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 untuk 41 Paket penyedia senilai Rp.2.829.000.000,-,milik Dinas Kepemudaan,Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pringsewu. Terindikasi dugaan Korupsi,Kolusi dan Nepotisme. maraknya setoran proyek 10 Persen diyakini untuk jatah sang Bupati setempat.

Menurut Narasumber, menjelaskan, tahun 2019 total keseluruhan anggaran yang diterima pihak Dispora PRINGSEWU untuk paket penyedia sebesar Rp.2.829.000.000.

“Adanya setoran proyek sebesar 10 persen dari setiap paket berdampak kepada realisasi kegiatan yang tidak mengacu kepada Rancangan Anggaran Biaya," tegasanya.

Dia juga menambahkan, pekerjaan kontruksi yang dilaksanakan, hampir rata-rata Gagal kontruksi.

"Secara Global fakta yang tersaji dilapangan, untuk pekerjaan kontruksi tidak ada yang mengacu kepada Rancangan Anggaran Biaya (RAB) seperti, Pemasangan pondasi yang hanya memakai kedalaman 5 sampai 7 cm dari permukaan tanah, Batu memakai batu putih , pasir juga menggunakan pasir campur tanah (pasir Gunung), untuk kayu kusen jendela memakai kacu racuk, besi tidak menggunakan merk KSTY atau KS, yang memang sudah ditentukan oleh pemerintah hampir rata-rata memakai besi Banci dan yang paling parah untuk masalah rangka baja menggunakan Rangka baja multi roop dimana seharusnya multi pasir, sebab untuk harga satuan barang rangka baja keduanya sangat terpaut jauh," paparnya.

Lebih jauh, sumber menjabarkan, Indikasi Korupsi sangat ketara dari pelaksanaan kegiatan, tahun 2019,
kegiatan pembuatan tempat parkir Ditalang Indah Bukit Pangonan Kelurahan Pajaresuk Kecamatan Pringsewu Rp.395.893.000,-. Pembangunan plaza pusat jajanan/kuliner di telaga Gupit kecamtan Gadingrejo senilai Rp.385.000.000,-. Pembangunan panggung kesenian/pertunjukan dirumah adat jawa wates timur kecamatan Gadingrejo Rp.320.000.000,- lalu pembangunan gapura identitas ditelaga gupit kecamatan gadingrejo kabupaten pringsewu sebesar Rp.310.000.000.

“Dari kegiatan yang tertera, hampir semua pelaksanaannya tidak ada yang benar. karena dikorupsi oleh pihak ke-3 , dan mereka melakukannya akibat setoran itu kepada pihak Dinas," ujarnya.

“Dari Empat kegiatan pembangunan yang sedang dilaksanakan sama sekali tidak mengacu kepada Rancangan Anggaran Biaya (RAB) sehingga pasti mengakibatkan gagal kontruksi dan stateman saya bisa dipertanggung jawabkan," katanya.

Dia juga berkata, kegiatan khususnya pembangunan kontruksi hampir rata-rata dilaksanakan oleh pemborong yang berasal dari Bandar Lampung. Dengan adanya kejadian tersebut menguatkan jika dugaan pengondisian paket proyek memang nyata adanya. bahkan begitu terstruktur.

"Hampir rata-rata untuk kegiatan yang fisik dikerjakan pemborong Bandar Lampung karena pak Kadisnya banyak rekan-rekan pemborong bandar Lampung yang notabennya berani setor dengan persentase yang tinggi," paparnya.

Lebih lanjut sumber menambahkan, kejadian masalah diatas pernah juga terjadi pada tahun 2018. Dikala itu banyak kegiatan yang diperuntukan kelokasi telaga Gupit.bisalihat langsung kondisi pembangunan tahun lalu,belum genap 1 tahun sudah Hancur. Bahkan akhirnya pembangunan yang dikerjakan saat ini terkesan angker.

“Seharusnya semua itu menjadi pembelajaran agar tahun berikutnya tak terulang kembali.tetapi ini malah sebaliknya bahkan lebih parah," paparnya.

Sumber juga memaparkan, kegiatan paket penyedia yang dilaksanakan sudah dikondisikan, pihak pemborong dan pihak Dinas kongkalikong dengan pihak LPSE untuk mengkondisikan paket kegiatan.

“Setoran sudah diberikan, lelang hanyalah sebuah formalitas, sebab jika ada pihak ket-3 lainnya yang hendak mengikuti lelang pasti akan gagal verifikasi sebab kadar banditnya sudah diatur," paparnya.

Samsir mantan Kepala Dinas Setempat, yang Saat Ini menjabat Kadis Kominfo belum bisa dihubungi.
Edisi Mendatang Masalah ini akan terus dikupas.Tunggu. (Red)