Home Lampung Tengah Hukum

Korupsi Dana BOS, GRAK Akan Laporkan Kepsek SMAN 1 Trimurjo Ke Aparat Penegak Hukum

517
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Lamteng - Langkah Lembaga Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GRAK) Lampung, dalam urusan memberantas Tindakan Korupsi khususnya Dunia Pendidikan, tak tanggung-tanggung. pasalnya dalam waktu dekat pihak Lembaga GRAK akan segera melaporkan Dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2018 yang diduga Terjadi di SMA Negeri 1 Trimurjo Kabupaten Lampung tengah.

Ketua Lembaga GRAK, Andika mengungkapkan dalam waktu dekat dirinya bersama rekan-rekan akan segera melaporkan Kasus dugaan Korupsi dana BOS di SMA Negeri 1 Trimurjo yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah akan dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

"Ya terkait adanya dugaan  Korupsi Dana BOS di SMAN 1 Trimurjo kami akan mengambil sikap, karena hal ini sudah jelas telah merugikan negara," jelasnya kepada www.handalnews.id, kemarin.

Adanya Dugaan Korupsi Dana BOS yang dilakukan oleh Didi selaku Kepala Sekolah terungkap saat pengakuan salah satu guru yang namanya minta dirahasiakan bahwa anggaran dana BOS yang diterima pihak SMAN 1 Trimurjo pada Triwulan 1 sebesar Rp185.080.000 Triwulan II Rp371.280.000; Triwulan III Rp168.560.500  dan Triwulan IV Rp169.680.000

“Hampir setiap pencairan dana BOS di korupsi dengan modus mark-up, bahkan yang lebih parah ada dugaan penipuan yang dilakukan oleh oknum koruptor di sekolah tersebut dengan pola memanipulasi data siswa penerima bantuan BOS,” ujarnya

Sumber juga mengungkapkan jika setiap tahapan pencairan dana BOS direalisasikan untuk beberapa kegiatan, sedangkan kegiatan yang terindikasi sarat dengan dugaan Korupsi antara lain, kegiatan pengembangan perpustakaan pada Triwulan II Rp105.000.000, Kegiatan pembelajaran dan ektrakurikuler Triwulan III Rp38.736.500 lalu pengelolaan sekolah Triwulan III Rp47.614.000 Triwulan II Rp153.776.750 dan Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah Triwulan II Rp34.020.000 Triwulan IV Rp78.861.000.

“Dari kegiatan yang disebutkan diatas modus korupsinya menggelembungkan setiap pembelian satuan barang atau mark-up,” jabarnya.

Dijelaskan jika kronologis dugaan korupsi itu bisa dilihat secara kasat mata melalui anggaran Dana BOS yang dikucurkan untuk pengecetan, diduga tahun 2018 tidak direalisasikan lalu untuk perbaikan atap-atap yang sudah rusak tidak dilakukan.

Lebih lanjut dijelaskan, perawatan taman sekolah dilaksanakan tetapi dilakukan oleh siswa yang kedapatan melakukan pelanggaran padahal yang tercantum di Rancangan Anggaran Biaya (RAB) itu dianggarkan, ditambah lagi alat-alat kebersihan mulai dari sapu sampai perbaikan WC tidak direalisasikan dan yang paling parah ialah kegiatan pengembangan perpustakaan yang sejatinya untuk meningkatkan prestasi belajar justru kegiatan ini menjadi target oknum koruptor disana untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya.

“Buku yang ada disekolah tersebut kebanyakan buku lama,” jelas sumber.

Terpisah Kepala SMA Negeri 1 Trimurjo, Didi saat diminta konfirmasi tidak memberikan tanggapan.
Edisi mendatang permasalah ini akan dikupas lebih lanjut, Tunggu.    (Hadi.S)