Home Tanggamus Hukum

Korupsi Miliaran Rupiah, Lembaga GRAK Akan Laporkan Kepala SMAN 1 Sumberejo

679
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Tanggamus - Langkah Lembaga Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GRAK) Lampung, dalam urusan memberantas Tindakan Korupsi khususnya Dunia Pendidikan, tak tanggung-tanggung.

Kali ini dalam dekat pihak Lembaga GRAK akan segera melaporkan Dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2019 yang diduga Terjadi di SMAN 1 Sumberejo, Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus.

Ketua Lembaga GRAK, Andika mengungkapkan dalam waktu dekat dirinya bersama rekan-rekan akan segera melaporkan Kasus dugaan Korupsi dana BOS di SMA Negeri 1 Sumberejo yang nilainya mencapai Miliaran Rupiah akan dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

"Ya terkait adanya dugaan  Korupsi Dana BOS di SMAN 1 Sumberejo kami akan mengambil sikap, karena hal ini sudah jelas telah merugikan negara," jelasnya Handalnews.id, Kamis malam (19/11/2020).

Adanya Dugaan Korupsi Dana BOS yang dilakukan oleh Desi Mulyawan selaku Kepala Sekolah Setempat terungkap saat pengakuan salah satu Sumber yang namanya enggan di sebutkan, bahwa anggaran dana BOS yang diterima pihak SMAN 1 Sumberejo pada tahun 2019 senilai Rp 2.262.400.000. Miliar.

Tujuan pemerintah penggunaan dana BOS pada SD/SDLB/SMP/SMPLB untuk membantu penyediaan pendanaan biaya operasi non personil sekolah, akan tetapi masih ada beberapa pembiayaan personil yang masih dapat dibayarkan dari dana BOS.

"Membebaskan pungutan biaya operasi sekolah bagi peserta didik SD/SDLB/SMP/SMPLB yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat atau pemerintah daerah dan meringankan beban biaya operasi sekolah bagi peserta didik SD/SDLB/SMP/SMPLB yang diselenggarakan oleh masyarakat," jelasnya.

Namun lanjutnya, justru hal ini berbanding terbalik, yang di lakukan oleh Desi Mulyawan selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Sumberejo karena bantuan  tersebut di duga jadikan untuk memperkaya diri oleh oknum kepsek dan kroninya.

"Hampir setiap pencairan dana BOS di korupsi dengan modus mark-up, bahkan yang lebih parah ada dugaan penipuan yang dilakukan oleh oknum koruptor di sekolah tersebut dengan pola memanipulasi data siswa penerima bantuan BOS,” ujarnya

Sumber juga mengungkapkan jika setiap tahapan pencairan dana BOS direalisasikan untuk beberapa kegiatan, sedangkan kegiatan yang terindikasi sarat dengan dugaan Korupsi antara lain, kegiatan pengembangan perpustakaan pada Triwulan II , Kegiatan pembelajaran dan ektrakurikuler Triwulan III  lalu pengelolaan sekolah Triwulan III  Triwulan II  dan Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah Triwulan II  Triwulan IV.

“Dari kegiatan yang disebutkan diatas modus korupsinya menggelembungkan setiap pembelian satuan barang atau mark'up,” jabarnya.

Dijelaskan jika kronologis dugaan korupsi itu bisa dilihat secara kasat mata melalui memanipulasi data siswa mencapai ratusan siswa. Dldata siswa yang di ajukan oleh pihak Slsekolah ke Permendikbud Provinsi Lampung tahun 2019, sebanyak 1616 siswa. Dari banyaknya siswa tersebut, pihak Sekolah menerima Bantuan BOS Tahap I, hingga Tahap III. Dengan total Rp 2.262.400.000. Miliar.

"Dari besarnya dana tersebut seperti Buku yang ada disekolah yang disusun di RAK lemari Perpustakan kebanyakan buku lama,” sebutnya.

Terpisah Kepala SMA Negeri 1 Sumberejo Desi Mulyawan, saat di konfirmasi di ruang kerjanya mengatakan dirinya menjabat baru dari April 2020, dan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.

"Saya menjabat disini pada bulan April 2020, jadi data tersebut perlu saya cek jadi kalau ditanya tahun 2019, harus bertanya dulu, karena jumlah siswa di sekolah ini hanya 680 siswa, sebab ada proses Panidasi serta Dizi," ujarnya.

Mau tahu siapa-siapa oknum yang diduga terlibat dalam pusaran korupsi di SMAN 1 Sumberejo tersebut, edisi mendatang permasalah ini akan dikupas lebih lanjut. (Red)