Home Pesawaran Hukum

Lagi, DD Miliyaran Rupiah Jadi Bacakan Oknum Kades Sukajaya

680
0
SHARE
Kepala Desa Sukajaya, Elpizar

Handalnews.id, Pesawaran - Masyarakat Desa Sukajaya, Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran, mempertanyakan realisasi anggaran Dana Desa (DD) yang dikelola oleh kepala desa setempat, sebab masyarakat menganggap banyak terjadi dugaan penyalahgunaan anggaran yang dilakukan kepala desa mereka. 

Demikian diungkapkan salah seorang warga setempat yang meminta dirahasiakan identitasnya. 

"Ya memang kami merasa ada yang kurang bagus dari kepala desa kami terkait kinerjanya dalam hal pengelolaan dana desa," ucap dia, Rabu (15/1/2020).

"Sebab kami menganggap banyak anggaran yang tercatat dalam APBDes tetapi tidak semua direalisasikan oleh kepala desa, jadi nominalnya ada, tapi gak tau apa yang diberdayakan dari nominal itu," tambah dia. 

Ia mencontohkan, dari sekian banyak anggaran yang diduga "dimainkan" tersebut antara lain adalah anggaran yang dikhususkan untuk pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). 

Pasalnya, menurut kebanyakan masyarakat, BUMDes di desa tersebut terkesan "mati suri" dan tidak pernah mengadakan kegiatan. 

"Ya contohnya aja BUMDes, jadi BUMDes itu gak ada kejelasan sama sekali, BUMDesnya kita gak tau, strukturnya gak ada, ya mungkin ada bagi kades tapi masyarakat gak tau strukturnya," jelas dia. 

Dirinya melanjutkan, BUMDes yang di desa tersebut telah beberapa kali mendapat anggaran untuk modal usaha, terhitung sejak tahun 2017 BUMDes tersebut telah mendapatkan bantuan dana Gerakan Desa Ikut Sejahtera (Gadis) sebesar 100 juta rupiah yang dikucurkan oleh pemerintah, ditambah lagi pada tahun 2018 BUMDes tersebut juga kembali mendapatkan anggaran sebesar 76 juta rupiah yang bersumber dari DD Tahun Anggaran 2018. 

Tetapi menurutnya, tidak pernah ada satupun kegiatan yang dilakukan oleh BUMDes tersebut. 

"Ya sudah dua kali dapat modal, tapi tidak pernah ada kegiatan, katanya kades sih usaha BUMDes itu pembibitan ikan sama pembuatan emping, tapi gak pernah keliatan wujudnya, di mana kolamnya, di mana tempat buat emping, masyarakat gak tau," bebernya. 

"Itu baru satu, masih banyak sebenarnya dugaan permainan yang dimainkan oleh kades ini, ya kami sih berharap agar kades ini bisa mempertanggungjawabkan semuanya, itu aja sih permintaan masyarakat," tutup dia. 

Sementara itu, Kepala Desa Sukajaya, Elpizar, belum bisa memberikan klarifikasi terkait permasalahan tersebut, pihak media telah beberapa kali mencoba untuk menghubungi yang bersangkutan melalui sambungan telepon, tetapi hingga berita ini diturunkan kepala desa tersebut belum juga dapat dihubungi. (Ismail)