Home Lampung Tengah Hukum

Laporkan Korupsi Dana BOS di 6 Sekolah, Ketua LPAB: Lanjutkan Proses Hukum

177
0
SHARE
Foto dok: handalnews.id

HandalNews.id, GUNUNG SUGIH - Ketua LPAB Lampung Tengah, Sofyan, AS. ST melaporkan ke enam sekolah yang ada di dua Kecamatan Padang Ratu dan Kecamatan Anak Rratu Aji kemarin (26/7) yang di terima langsung oleh Kepala Inspektorat Lampung Tngah, Sukuma Riadi.
 
Dalam laporannya, Sofyan menduga lebih dari 35% dari 100% Anggaran Biaya Oprasional sekolah BOS di korupsi oleh masing- kepala sekolah dari keenam sekolah sekolah tersebut yakni SMP Negri 1 Padang Ratu, SMP Negri 2 Anak Ratu aji SD Negri 4 Kuripan, SD Negri 5 kuripan kecamatan padang ratu Kemudian SD Negri 1 Bandar Putih tua SD Negri 2 Sukajaya kecamatan Anak ratu aji.
 
Ya saya melaporkan keenam sekolah tersebut atas dugaan Penyimpangan dana BOS tahun Ajaran 2020-2021 karna banyak nya laporan dari masyarakat melalui kami tentu kami melaporkan semuanya setelah kita padukan laporan Masyarakat bersama hasil pantauan dan investigasi.
 
Dari hasil tersebut tim kami benar menemukan penyimpangan sesuai dengan apa yang kita laporkan ada yang kelebihan pembayaran terhadap pihak ketiga dan pengadaan barang jasa untuk kepentingan sekolah ada juga yang manipulasi LPJ seperti perawatan peralatan gedung kantor, biaya admistrasi sekolah, pengadaan buku atau pengembangan perpustakaan, biaya berlangganan daya dan jasa, kegiatan asesmen, Giatan Extrakurikurer dan perawatan pengadaan alat multi media terang sofyan,
 
Kesemuanya kita laporkan atas dua persoapan yang pertama melanggar Undang-undang korupsi kemudian Undang-undang Nomor.14 tahun 2008 tentang keterbukan publik dikarenakan upaya pembenahan melalui Surat Klarifikasi dan somasi sudah kita upayakan tetapi diabaikan dengan diabaikannya tersebut maka kami laporkan kepada inspektorat dikarnakan tidak ada transparansi publik tentunya penuh dengan dugaan korupsi kata sofyan
 
Sofyan menyebutkan dari ke enam sekolah tersebut telah merugikan masyarakat dan negara ratusan juta rupiah contohnya saja tahun 2020 sekolahkan libur kesekolah seluruh kegiatan daring dan luring luring tidak dilaksanakan guru pendidik pun tidak pernah ada acara kekabupaten dan kegiatan seperti olah raga, lalu pramukaan juga tidak ada akan tetapi ada di LPJ begitu juga lainnya 
 
Jadi laporan tersebut saya sangat berharap kepada inspektorat untuk dapat bekerja dengan baik, menghinsari dari pendatang yang minta-minta kemudian melanjutkan hasil pemeriksaan nya melaporkan kepada Aparat Penegak hukum dan bupati supaya terproses hukum.
 
Karna ini sudah jelas enam sekolah tersebut telah merugikan masyarakat dan negara lalu merusak citra pendidikan yang ada di lampung tengah bahkan nanti kita akan tambahkan lebih dari 10 sekolah atas dugaan yang sama dan penyimpangan nya lebih besar kata sofyan.

(Iskandar HN)