Home Lampung Selatan Pendidikan

Legalkan Jual Beli Buku LKS Jilid 1 Agus Tentiyono Kangkangi Peraturan Pemerintah

367
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Lamsel - Fakta mencengangkan kini menyeruak dari SMPN 2 Natar Kabupaten Lampung Selatan. Pasalnya Agus Tentiyono beserta dewan Guru diduga legalkan jual beli buku LKS dan dengan sengaja mengangkangi peraturan Pemerintah No 17 Pasal 181.

Sumber yang merupakan perwakilan peserta didik kelas 7, 8,  dan 9 disekolah setempat mengatakan, mereka membeli buku LKS langsung dari guru mata pelajaran yang masuk didalam kelas saat KBM berlangsung, dengan harga 10.000 per buku mata pelajarannya.

“Semua Mata Pelajaran ada buku LKS nya, hanya Bimbingan konseling yang tidak ada, jadi setiap semester kami mengeluarkan uang RP 110.000 untuk membeli buku LKS yang ditawarkan dengan guru," ungkapnya.

Andika Wibawa yang merupakan Sekjen Forum Mahasiswa Lintas Studi Lampung menyatakan jika, dugaan tindakan yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah dan dewan guru dalam mengangkangi peraturan pemerintah tentu sangat tidak pantas, mengingat mereka sendiri sebagai tenaga pendidik dan memiliki peran dominan untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa. 

Lebih gamblang andika menerangkan, didalam peraturan pemerintah No 17 Pasal 181 Tahun 2010 point a sampai dengan d dinyatakan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan, baik perseorang maupun kolektif dilarang untuk, menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapam bahan ajar, pakaian seragam atau bahan pakaian seragam disatuan pendidikan. Memungut biaya dalam bimbingan belajar atau les kepada peserta didik disatuan pendidikan. Melakukan segala sesuatu baik secara langsung maupun tidak langsung yang menciderai integritas evaluasi hasil belajar peserta didik dan atau melakukan pungutan kepada peserta didik secara langsung maupun tidak langsung. 

“Peraturan pemerintah adalah pakemnya dan sudah ditetapkan demikian. Itukan sudah ada bantuan dari pemerintah melalui Dana Bos. Didalamnya juga kan sudah ada aturan-aturan yang harus dilaksanakan dan memang sudah atur mengenai buku pegangan guru, buku pelajaran untuk peserta didik, ataupun buku untuk memperkaya koleksi perpustakaan sekolah. Lagi pula mereka adalah guru yang mesti digugu dan ditiru, jika guru saja kepatuhan terhadap aturan mengalami degradasi bagaimana dengan peserta didiknya," ungkapnya. 

Sementara itu, hingga berita ini dilangsir Agus Tentiyono tidak memberikan tanggapan apapun dan cenderung buang badan. (FZ)