Home Lampung Tengah Hukum

LSM GMBI Minta Kejari Lamteng Tindaklanjuti Laporan Pungli Di Sekolah

335
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Lampung Tengah - LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Lampung Tengah (Lamteng), meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat untuk menindaklanjuti adanya dugaan pungutan yang terjadi di beberapa sekolah di Kecamatan Terusan Nunyai. 

Dikatakan Sekretaris LSM GMBI Distrik Lamteng, Khaidir, yang ditemui di Posko GMBI, Senin (24/2/2020). Temuan dugaan pungutan tersebut telah disampaikan kepada Kejari, pada hari Senin tgl 24-02-2020 sekitar pukul 13.10 WIB, berkas laporan pengaduan diterima oleh A. Bagus Adi R., SH. 


Ditambahkan Khaidir, pungutan di sekolah yang diadukan ke Kejari tersebut, terjadi di 9 (sembilan) SD Negeri dan di 3 (tiga) SMP Negeri, yg berada di wilayah Kecamatan Terusan Nunyai, Lamteng. 

"Pungutan yang dilakukan pihak sekolah kepada siswa, diantaranya biaya pembelian LKS, pembelian sampul raport, dan pungutan Dana Komite," jelasnya.

Dia melanjutkan, besaran pungutan Dana Komite tersebut bervariasi, untuk siswa SD sebesar antara Rp150-Rp250 ribu/siswa. Sedangkan untuk siswa SMP besaran pungutan Dana  Komite kisaran Rp379- Rp750 ribu/siswa. 

Atas dugaan tersebut, GMBI Distrik Lamteng meminta pihak Kejari setempat, untuk segera menindaklanjutinya, agar oknum-oknum yang terlibat, dapat diproses sesuai dengan peraturan, ketentuan dan hukum berlaku. 

"Laporan dan pengaduan telah kami sampaikan, kami meminta pihak Kejari Lamteng segera menindaklanjutinya, sehingga semua oknum yang terlibat dapat diproses sesuai dengan peraturan, ketentuan dan Peraturan perundang- undangan yang berlaku," harap Khaidir. 

Masih kata Sekretaris LSM GMBI Distrik Lamteng, Khaidir, menduga pungutan tersebut, dimanfaatkan oleh oknum kepala sekolah untuk memperkaya diri. Dijelaskannya juga, saat menyerahkan laporan dan pengaduan ke Kejari, dirinya juga didampingi para Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) GMBI yang tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Lamteng. 

"Kami berharap, dengan adanya dugaan pungutan ilegal ini, dapat menjadi pelajaran bagi sekolah lain, itulah sebabnya persoalan tersebut kami laporkan kepada pihak Kejaksaan," pungkas Khaidir. (Gun)