Home Bandar Lampung Hukum

Masalah KKN BOS SMK Negeri 2 Bandar Lampung Terus Bergulir

399
0
SHARE
Foto dok: handalnews.id

Handalnews.id Bandarlampung - Masalah dugaan Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (KKN) anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2020 di SMK Negeri 2 Bandar Lampung,yang melibatkan Firdaus selaku kepala sekolah setempat. terus bergulir. 
 
berdasarkan hasil Investigasi secara mandiri yang dilakukan oleh Tim Handal Lampung. ditemukan bahwa selain kegiatan penerimaan siswa baru senilai Rp.662.293.000,-. yang sangat mencolok dikorupsi dengan modus mark-up terdapat juga kegiatan Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah yang ditenggarai ikut dijadikan lahan basah firdaus untuk meraup keuntungan pribadi.
 
Pasalnya, kenyataan yang ada dilapangan, untuk kondisi dibeberapa ruang belajar terlihat kumuh. Cat tembok dibebeberapa ruang sudah banyak yang pudar dan parahnya, banyaknya kaca jendela ruang belajar yang sudah mengalami pecah.
 
Dilain sisi menurut sumber, menegaskan, kembali saya ucapkan hampir rata-rata kegiatan yang dibiayai dana BOS tahun 2020 sarat akan tindakan KKN dengan modus Mark-up. "Kalian sudah saksikan sendiri, untuk kegiatan perawatan sarana yang jelas ada bentuk fisiknnya saja tidak direalisasikan, apalagi yang lain",ucapnya.
 
Dilain pihak,Zuraida selaku Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, saat diminta tanggapan melalui via whatshap terkait masalah diatas. Dia mengatakan bahwa dirinya sedang rapat.
 
Ditempat terpisah, Firdaus selaku Kepala sekolah setempat, saat diminta konfirmasi terkait pemberitaan rilis pertama yang sudah diposting, yang bersangkutan justru tidak menjawab dari pada masalah yang disampaikan. "main saja kesekolah kita silaturahmi",katanya.
 
Berita edisi lalu : Tak disangka dan tak diduga, ternyata Firdaus selaku Kepala SMK Negeri 2 Bandar Lampung, diduga lancarkan aksi akal bulus dengan melakukan tindakan Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (KKN) terkait dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2020 milik sekolah setempat dengan modus Mark-up.
 
Berikut kronologis yang disampaikan Narasumber kepada Tim Handal Lampung terkait masalah diatas. Kata sumber, menyampaikan, Dana BOS yang diterima pihak SMK Negeri 2 Bandar Lampung, nilainya mencapai Miliaran Rupiah. Dimana dana tersebut direalisasikan untuk pembiayaan beberapa aitem kegiatan. dari setiap kegiatan itulah, Firdaus selaku Kepala sekolah mengakalinya dengan me Mark-up atau menggelembungkan pengeluaran pembiayaan kegiatan.
 
Terusnya, dalam menjalankan aksinya firdaus dibantu beberapa bawahannya. "Ya tidak semua bawahannya dilibatkan hanya beberapa orang saja.hal itu disinyalir sebagai langkah Firdaus untuk menutupi pembuatan laporan dana BOS yang dilakukan dalam 1 tahun sebanyak 3 tahap. ",ujarnya.
 
Masih kata sumber, salah satu kegiatan yang sangat mencolok di Korupsi ialah kegiatan penerimaan siswa baru yang menghabiskan biaya mencapai Rp.662.293.000,-. Dengan rincian Tahap I sebesar Rp.70.000.000,-. Tahap II Rp.354.033.000,-. dan Tahap III Rp.238.255.000,-. " Pengeluaran dana BOS dalam kegiatan tersebut sudah di Mark-up. Itu baru satu aitem kegiatan belum yang lainnya. bahkan ada kegiatan yang menghabiskan ratusan juta rupiah. ",tegasnya.
 
Lanjutnya, yang saya jelaskan diatas adalah masalah BOS reguler. Ada juga masalah BOSDA yang persiswanya mendapatkan bantuan Rp.1.650.000,-. pertahun serta firdaus juga ikut terlibat dalam masalah kegiatan swakelola yang dikucurkan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk sekolah tersebut.
 
Lain sisi, mengutip ungkapkan Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi Lampung Sulpakar mengatakan, PPDB SMA dan SMK Negeri tahun 2020, menggunakan sistem online. dengan melalui laman lampung.siap-ppdb.com, yang merupakan hasil kerjasama dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PPDB Online saat itu dimulai pada 15 juni 2020 lalu.
 
(*)