Home Pringsewu Hukum

Masalah Korupsi Milyaran Dispora Pringsewu Bergejolak!

324
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Pringsewu, Handalnews.id - Akan muncul gejolak besar dari berbagai Lembaga dan para aktivis penggiat Anti Korupsi terkait masalah dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang angkanya ditafsir milyaran rupiah di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pringsewu. 

Kenapa demikian, karena melihat rilis berita pertama yang ditayangkan untuk masyarakat begitu diminati. Bahkan dorongan dari sejumlah nomer ponsel yang menghubungi ketua tim Investigasi dan Observasi terkait masalah tersebut meminta agar masalah  korupsi yang ditulis secara yakin di tindak lanjuti oleh pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten setempat.

"Laporkan saja kepihak berwenang sekaligus berikan datanya. Melihat video hasil Investigasi banyak sekali kesalahan yang terjadi di pembangunan tersebut," ucap salah satu kalimat sms yang dikirimkan ke ponsel ketua tim. 

Dengan adanya itu, salah satu aktivis di Provinsi Lampung Andhika Putra menjelaskan, timbulnya gejolak masalah korupsi adalah hal yang paling dicari karena dengan adanya seperti itu membuktikan bahwa Masyarakat tidak tidur kini aparat penegak hukum mesti menunjukan kinerja jangan melamun atau diam tanpa gerak. 

Edisi Lalu : Milyaran APBD Dispora Pringsewu Dikorupsi

Perilaku korup  membuat penderitaan rakyat berkepanjangan. Kali ini merunut masalah dugaan Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Dinas Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Pringsewu, sudah sangat keterlaluan. Miliaran Anggaran Pendapatan  Belanja Daerah (APBD) tahun 2019-2020 yang diperuntukan untuk instansi tersebut, raib disikat oleh Kepala Dinas setempat.

Bukan tanpa alasan, tudingan yang disampaikan sumber. yang datang 3 hari lalu ke kantor redaksi, menyatakan, APBD tahun 2019-2020 milik Dispora Pringsewu di Korupsi.

“Kepala Dinas terima duit dari para pemborong," katanya.

Lalu dia menjelaskan juga, ada skandal permainan soal kotak katik APBD tersebut. Ibaratkan permainan dalam mengeruk APBD demi memperkaya diri tapi harus juga kasih ke tuan besar.

Dengan apa yang disampaikan sumber tersebut, masyarakat menilai tuan besar yang dimaksud adalah otak dari permainan itu sendirti.

“Harus diperiksa Kepala Dinasnya," kata eleman masyarakat.

Sejumlah kegiatan yang bermasalah tahun 2019-2020. Sebagai berikut datanya. 
1. Pembuatan Pergolaan di Telaga Gupit Kecamatan Gading Rejo Tahun 2019 Rp. 195.000.000,-.

2. Pembuatan gapura identitas di telaga gupit Tahun 2019   Rp. 310.000.000,-.

3. Pembangunan Plaza jajanan/kuliner ditelaga gupit Kecamatan Gading Rejo Tahun 2019  Rp. 385.000.000,-.

4. Pembuatan kios Cindra Mata di air terjun salapan  pardasuka Tahun 2020 Rp. 130. 797.482,-.


5. Pembuatan ruang ganti toilet di talang indah dan  air terjun salapan Tahun 2020 Rp. 532.000.000,-.

6. Pembangunan pagar pembatas di telaga gupit Tahun 2020  Rp. 198.550.000,-.

7. Pembangunan Boardwalk telaga gupit Tahun 2020  Rp.180.625.020,-.

8. Pembuatan Jalur pejalan kaki di talang indah bukit pangonan Tahun 2020  Rp. 256.432.313,-.

9. Pembuatan di tempat parkir di telaga Gupit Tahun 2020  Rp. 837.235.000,-.


Hasil penulusuran Tim SKU-Handal Lampung dilapangan. Dan siap mempertanggung jawabkan dimata Hukum.

1. Pembuatan pergolaan  Tidak sesuai RAB.

2. Pembuatan Gapura identitas : Tidak sesuai RAB.


3. Pembangunan Plaza jajanan/kuliner : Tidak sesuai RAB dan tidak pernah digunakan.

4. Pembangunan Boardwalk : Tidak sesuai RAB dan asas pemanfaatan tidak ada.

5. Pembuatan tempat parkir di telaga Gupit Tahun 2020  : pembangunan tidak ada di lokasi.  Dan menjadi pertannyaan yang belum terjawab karena untuk lokasi dan jumlah pagu ditentukan tapi pembangunan tidak ada.

6. Pembangunan pagar pembatas di telaga gupit : tidak sesuai RAB.

Hingga saat ini Kepala Dinas Belum bisa di Konfirmasi. (TIM)