Home Tulang Bawang Pariwara

Masyarakatnya Tulang Bawang Pertanyakan Janji Kampanye Winarti

718
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Tuba - Pemilihan umum Bupati Tulang Bawang 2017 dilaksanakan pada 15 Februari 2017 silam untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati Tulang Bawang periode 2017-2022. Menurut Beberapa Masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang, Janji kampanye Bupati Winarti  seolah-olah hanya menjadi pemanis bibir semata untuk mengelabui rakyat agar tertarik memilih dirinya.

Masyarakat menilai selaku Bupati, Winarti sangat identik dengan kebohongan di mata rakyat disana.

"Seharusnya secara moral, janji adalah sesuatu yang secara sungguh-sungguh dipegang untuk kemudian direalisasikan menjadi kenyataan, bukan sebaliknya hanya menjadi instrumen pencitraan diri untuk meraih simpati rakyat," ungkapnya.

Seperti diketahui dari 25 Progaram BMW yang di gadang gadang Masyarakat Tulang Bawang untuk menopang Kesejahtraan Masyarakat disana, hal itu akan menjadi angan angan yang tidak akan menjadi kenyataan.

Seharusnya Bila program itu benar-benar di laksanakan, program itu mungkin saat ini sudah dapat mengurangi Tingkat kemiskinan disana. Dalam kenyataannya justru angka Kemiskinan selama di jabat Bupati Winarti dari angka kemiskinan 14416 jiwa. Meningkat menjadi 17646 jiwa.

Padahal anggaran yang selama ini di Kelola Kabupaten Tulang Bawang 3 tahun ini di tapsir mencapai Rp 5 Triliun.
Wajar saja Masyarakat disana mengatakan 25 Program Winarti diduga Tipu Masyarakat.
Seperti halnya diduga ketidak becusan Beliau memimpin Kabupaten Tulang Bawang terlihat maraknya dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), yang ada di Sekertariat Pemda dalam pengelolaan anggaran tahun 2019, melalu anggaran APBD/Swakelola dengan Total Pagu senilai Rp 60.361.000.000.

Untuk membiayai paket penyedia sebanyak 393 paket, yang dibagikan untuk 9 kepala  Bagian Satker dan 3 Bidang Asisten Sekertariat   Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang. Namun dari besaran anggaran tersebut, justru diduga jadi lahan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), oleh para penguasa guna memperkaya diri oknum Sekertariat Daerah Tulang Bawang.

"Melihat data tersebut sungguh sangat disayangkan hal tersebut dapat terjadi ditengah-tengah semangat dan cita-cita reformasi berharap akan ada perbaikan disegala aspek penyelenggaraan negara. Hal itu justru tidak berlaku untuk Kab. Tulang Bawang, cita cita pemerintah hanya akan menjadi angan angan disana," sebutnya.

Dari pengakuan Sumber yang patut dipercaya, ia menjelaskan. Bahwa dari kegiatan sebanyak 393 paket tersebut yang menjadi lahan korupsi seperti:
- Swakelola Kegiatan Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah senilai Rp 861.080.000. Diduga anggaran tersebut tidak sepenuhnya di realisasikan. Kuat dugaan anggaran itu masuk Kantor Pribadi para petinggi disana.
Yang memperparah lagi, seperti kegiyatan Pelayanan Administrasi Perkantoran 
Rp 20.828.851.576.- miliar. Kepiyawayan oknum koruptor yang sudah teruji dalam penyusunan anggaran. Dengan sengaja memecah kegiyatan itu menjadi 2 aitem.

Adanya perilaku Korup yang diduga dilakukan Para Pemangku Jabatan yang ada di Sekertariad Pemda Tulang Bawang tersebut  karena kekuatan monopoli si penguasa disana. Seperti di ibaratkan " Rebung pasti Takjauh Dari Pohon nya".
Penyakit yang tak kunjung terobati dan terus menggerogoti sendi-sendi kehidupan Kabupaten Tulang Bawang, yang memiliki Selayang Pandang; "Sai Bumi Nengah Nyappur ".

Padahal keinginan bagi semua bangsa Indonesia untuk memiliki pemerintahan yang terbebas dari praktik korupsi, namun itu semua terasa hanya sebuah angan-angan saja melihat maraknya praktik korupsi yang terjadi di Kabupaten Tulang Bawang. 
Hal ini akan terus di ungkap edisi mendatang. (Red)