Home Tanggamus Hukum

Membuka Tabir korupsi Bagian Kesra Tanggamus mulai Terkuak

787
0
SHARE
Fhoto dok : handalnews.id /Ilustrasi

Handalnews.id, Tanggamus - Melaksanakan sebagian tugas Asisten Pemerintahanan dan Kesejahteraan Rakyat dalam perumusan kebijakan teknis, pengoordinasian, pembinaan, pengawasan, pengendalian, pengelolaan, fasilitasi, evaluasi, dan pelaporan kegiatan di bidang administrasi kesejahteraan rakyat.
Membangun masyarakat yang sehat sejahtera dengan menjalankan norma-norma agama, sosial dan budaya.

Para oknum koruptor Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tanggamus diduga berhasil mengkadali/mengecoh Drs. Hamid Heriansyah Lubis, M. Si. selaku SEKDA setempat, aksi Dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang dilakukan oknum koruptor mengakibatkan Negara merugi miliaran Rupiah. Dengan modus Setoran proyek dan Mark-up.

Menurut Narasumber dan data yang ada dimeja Redaksi HANDAL, menjelaskan, pada tahun 2020, Anggaran Pendapatan Biaya Daerah (APBD) milik Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), senilai Rp 2.741.000.000. Untuk membiayai Kegiyatan sebanyak 28 Paket, dikorupsi dengan cara menggelembungkan nominal anggaran.


"Akibat perilaku koruptif yang dilakukan oknum koruptor berdampak pada realisasi kegiatan yang tidak mengacu kepada Rancangan Anggaran Biaya," ujarnya.

Dimana indikasi Korupsi yang di Lakukan Kepala Bagian Kesra dan Kroninya seperti,
Belanja Sewa Meja Kursi 2 kali kegiyatan menghabiskan Rp 45 juta, Belanja Makan dan Minum Kegiatan Rp 294 juta, yang dipecah menjadi 5 kali kegiyatan, Belanja Jasa Penceramah Rp 80 juta, yang di bagi menjadi 3 kali kegiyatan, belanja dekorrasi Mimbar lomba Rp25 juta. Dan masih banyak lagi dari 28 kegiyatan tersebut yang mengakibatkan Negara di rugikan oleh Oknum oknum korupsi bagian Kesejahteraan ( KESRA) kab. Tanggamus 2020. Namun hal itu akan di ungkap pada edisi mendatang.

Dari hasil informasi dan Kroscek lapangan. Kepala Bagian ARPIN, S.Pd., M.M selaku Kabag belum dapat di minta Tanggapan adanya hal dugaan Korupsi yang di duga di lakukan olehnya dan kroni-kroninya.

Edisi mendatang permasalahan ini akan terus di fublikasikan. (Red)