Home Lampung Timur Hukum

Mencium Dugaan Tindak Pidana Korupsi Terjadi Di Dinas PU Lamtim

1376
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Lamtim - Hal tersebut berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Pengusaha Kontraktor kepada media Koran ini, mengenai proses Pengadaan Barang dan Jasa Di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lampung Timur, yang dilakukan Oleh Panita Lelang.


Menurut laporan tersebut, telah terjadi persaingan tidak sehat dan penuh dengan rekayasa dalam proses pengadaan barang dan jasa. Sehingga membuat mereka sangat dirugikan.

"Adapun modus rekayasa yang dilakukan oleh panitia lelang adalah dengan memenangkan salah satu peserta yang telah ditentukan sebelumnya oleh Oknum-oknum diluar panitia tersebut atau dengan kata lain titipan oknum diluar panita lelang tersebut,” beber Nara Sumber yang nama nya enggan disebutkan, kemarin, (5/2/2020).

Modus rekayasa tersebut diduga sudah dimulai saat proses pelelangan. Semua perusahaan yang mendaftar melalui LPSE Kabupaten Lampung Timur tetap menjalani proses yang telah di tentukan oleh panita lelang. Tetapi pada saat itu sebenarnya panita telah mengantongi nama perusahaan yang harus dimenangkan atas dasar titipan oknum diluar panitia tersebut.

Pada saat panita selesai melakukan proses evaluasi dan jika perusahaan diluar titipan oknum tersebut yang menawar harga terendah, maka panitia atas tekanan dan desakan dari oknum diluar panitia lelang tersebut mulai melakukan tekanan kepada perusahaan tersebut  untuk mundur sebagai penawar terendah dengan cara mengugurkan pada saat  klarifikasi berkas-berkas penawaran. Sehingga perusahaan titipan tersebut secara otomatis dimenangkan oleh panitia. 

Sebagai contoh apabila perusahaan A menawar paket pekerjaan dengan menurunkan harga sebesar 15% dari harga OE (Owner Estimate) atau Harga Perkiraan Sendiri, dan Perusahaan B Menurunkan harga 5% dari Harga OE, Perusahaan C Menawar  3 % dari harga OE dan Perusahaan D  Menurunkan Harga 2 % dari Harga OE. Sedangkan Perusahaan A adalah Perusahaan Murni yang melakukan Penawaran, dan Perusahaan B,C,D adalah perusahaan titipan oknum diluar Panitia Lelang.

"Maka panitia akan memanggil perusahaan A dan meminta perusahaan A tersebut mengalah dengan menggugurkan perusahaan tersebut pada saat klarifikasi berkas dokumen penawaran, padahal perusahaan memenuhi persyaratan lelang dan menawar paling rendah,” sebutnya.

Seperti Diketahui anggaran APBD/ APBDP Tahun 2019 di dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lampung Timur menerima Kucuran dana Sebesar Rp 195.068.000.000. meliar. 

Dari Pagu anggaran tersebut kuat dugaan Negara dirugikan oleh Oknum Dinas yang bekerjasama melakukan Konspirasi dengan Pihak Ketiga Meliyaran Rupiah.

Seperti disampaikan oleh Nara sumber. Kegiyatan yang di lakukan oleh CV. Gema 21 yang mendapat Kegiatan senilai Rp 4.000.000.000. pembangunan dan atau Rehabilitasi Anjungan Lampung Timur. Namun di duga Kegiatan tersebut di kerjakan tidak sesuai dengan Prepikasi atau RAB. Dan Kegiatan tersebut seolah terkesan Siluman, dikarenakan dari awal pengerjaannya tidak memasang Plang Kegiatan. Usut punya usut diduga CV. Gema 21 ada Keterlibatan Orang Nomor Dua di kabupaten Tersebut, Namun hal itu akan di ungkap pada edisi mendatang.

Bukan hanya berhenti di situ saja adanya Dugaan Konspirasi Antara Oknum Dinas dengan pihak ketiga.

Seperti Kegiatan yang di lakukan oleh CV. Tiga Putri : yang mendapat Tiga Proyek dengan Nomor Kontrak, 
207-B nilai Rp 325.500.000.00.
180-B nilai Rp 994.000.000.00.
181-B nilai Rp 428.729.099.00.

CV. Rana Pratama Jaya : yang mendapat lima Paket dengan Nomor Kontrak,
080-B nilai Rp 290.450.000.00
082-B nilai Rp 290.640.000.00
130-B nilai Rp 277.000.000.00
202-B nilai Rp 374.040.000.00
153-B nilai Rp 563.000.000.00

CV. Hardana Putra Meshach : yang mendapat lima Paket dengan Nomor Kontrak,
174-B nilai Rp 477.194.632.10
176-B nilai Rp 958.500.000.00
206-B nilai Rp 330.250.000.00
118-B nilai Rp 279.500.000.00
164-B nilai Rp 277.500.000.00

Namun Hal dugaan Korupsi Didinas PU Kabupaten Lampung Timur yang diduga adanya Konspirasi Oknum Dinas dan Kontraktor tersebut akan di ungkap Pada edisi Mendatang.
 (Red)