Home Lampung Selatan Pendidikan

Mengapa Bisa Terjadi !! Mengubur Potensi Generasi Berprestasi

147
0
SHARE
Fhoto Ilustrasi

Pungli dan BOS SMA Negeri 1 Sidomulyo Dikorupsi


Handalnews.id, Sidomulyo - Banyaknya potensi generasi berprestasi yang ada di SMA Negeri 1 Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan,nampaknya diindahkan oleh Oknum Koruptor disekolah setempat. Pasalnya pungutan liar (Pungli) dan Dugaan Korupsi anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2018-2019, “menjadi kuburan massal prestasi” bagi siswa yang menuntut ilmu disana.

Menurut narasumber,menegaskan, oknum koruptor yang ada disekolah setempat harus mendapat hukuman yang seberat-beratnya. karena potensi siswa berprestasi di SMA Negeri 1 Sidomulyo, sangat lah banyak. “semua mimpi untuk mengharumkan nama baik Negara dikubur oleh oknum koruptor yang bersembunyi disekolah itu, dimana semestinya para murid mendapatkan fasilitas yang memadai dengan kegiatan-kegiatan yang dibiayai melalui dana BOS tapi semua itu tidak terjadi gara-gara kerakusan oknum korup sekolah setempat ”,tegasnya.

Secara rinci, Sumber menjelaskan, dana BOS disekolah SMA Negeri 1 Sidomulyo tahun 2018 sebesar Rp1.474.760.000,- dengan rincian Triwulan I Rp.300.160.000,-. Triwulan II Rp595.280.000,-. Triwulan III Rp.290.080.000,-. Dan Triwulan IV Rp.289.240.000,-. “dari anggaran tersebut oknum koruptor mendapatkan keuntungan yang besar sebab pola Mark-up diterapkan dengan sangat baik, sepintar-pintarnya tupai melompat pasti akan jatuh juga, begitu juga bagi oknum koruptor itu”,katanya sambil memberikan data.

Lebih jauh,sumber mengatakan, dari global dana BOS dengan pembagian 1 tahunnya 20%,40%,20%,20%. Dan direalisasikan untuk 11 kegiatan. Dari setiap kegiatan tersebut Oknum koruptor mendapat keuntungan, beberapa kegiatan yang terlihat dikorupsi, diantaranya. Kegiatan Evaluasi Pembelajaran TW I Rp.94.420.376,-. TW II Rp. 65.261.000,-. Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler TW I Rp.59.958.700,-. TW II Rp.94.329.000,-. Pengembangan Perpustakaan TW II Rp.250.000.000,-.

“selain dana BOS yang dikorupsi, maraknya pungli terjadi, jual beli buku LKS, timpang tindih dana KOmite dan Lain-lain”,paparnya.

Hingga detik ini, Kepala sekolah setempat belum bisa diminta konfirmasinya. (Hadi Syaputra)