Home Bandar Lampung Hukum

Mengejutkan!!, Selain Ismargono Ada 3 Oknum Kepala SMK Lainnya Yang diduga Korupsi BOS

215
0
SHARE
Foto: ilustrasi

Handalnews.id (BALAM) Sungguh sangat mengejutkan. Selain Ismargono selaku Kepala SMK Negeri 6 Bandar Lampung, yang diduga melakukan tindakan Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (KKN) terkait dana Bantuan Operasinal Sekolah (BOS) tahun 2020 milik sekolah tersebut. ternyata terdapat 3 Oknum Kepala SMK Negeri lainnya yang melakukan hal serupa. 

 
Menurut pengakuan Narasumber, menjelaskan, Masalah korupsi dana BOS bukan hanya terjadi di SMK Negeri 6 Bandar Lampung, tetapi terjadi juga di SMK Negeri 8 Bandar Lampung lalu SMK Negeri 5 Bandar Lampung dan SMK Negeri 4 Bandar Lampung.
 
 
"Saya tidak perlu menyebutkan nama kepala sekolahnya, karena bisa kalian cari tau sendiri. Yang pasti kucuran dana BOS milik 3 sekolah yang saya sebutkan diatas dikorupsi oleh oknum kepala sekolah masing-masing. Modus operandi yang digunakan sama seperti Ismargono yaitu me Mark-up anggaran pengeluaran dari beberapa aitem kegiatan yang dibiayai dana BOS",ucapnya.
 
 
sumber juga menerangkan, Untuk aitem kegiatan yang di Mark-up. Diantaranya, SMK Negeri 8 Bandar Lampung, Pencairan Tahap I : Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp.87.405.600,-. Administrasi kegiatan sekolah Rp.110.675.000,-. Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp.32.500.000,-. langganan daya dan jasa Rp.27.809.400,-. Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Rp.155.410.000,-. Penyelenggaraan bursa kerja khusus,praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan didalam negeri, pemantauan keberkerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama Rp.33.670.000,-. Pembayaran honor Rp.60.060.000,-.
 
 
Pencairan tahap II : pengembangan perpustakaan Rp.198.920.000,-. Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp.99.636.600,-. Langganan daya dan jasa Rp.33.210.900,-. Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Rp.112.092.500,-. Pembayaran honor Rp.246.060.000,-.
 
 
SMK Negeri 5 Bandar Lampung. Pencairan tahap I : adm kegiatan sekolah Rp.209.253.000,-. Pembayaran honor Rp.154.980.000,-. Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp.24.515.000,-. Kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp.20.172.000,-. Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp.26.700.000,-.Langganan daya dan jasa Rp.68.539.600,-. Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Rp.53.000.000,-. Penyediaan alat multi media pembelajaran Rp.46.400.000,-.
 
 
Pencairan Tahap II : pembayaran honor Rp.235.740.000,-. Penerimaan peserta didik baru Rp.44.859.000,-. Pengembangan perpustakaan Rp.256.301.000,-. Adm kegiatan sekolah Rp.93.930.000,-. Pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp.29.025.000,-.Langganan daya dan jasa Rp.30.858.600,-. Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Rp.86.136.800,-. Penyediaan alat multi media pembelajaran Rp.29.400.000,-.
 
 
SMK Negeri 4 Bandar Lampung, Pencairan Tahap I : Pembayaran honor Rp.149.900.000,-. Pengembangan perpustakaan Rp.198.376.000,-. Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp.246.428.160,-. Kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp.51.012.000,-. Administrasi kegiatan sekolah Rp.48.822.000,-. Langganan daya dan jasa Rp.78.816.340,-. Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Rp.177.220.500,-. Dan penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan didalam negeri, pemantauan keberkerjaan,pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama Rp.86.705.000,-.
 
 
 Pencairan Tahap II : Pembayaran honor Rp.680.930.000,-. Pengembangan perpustakaan Rp.193.216.000,-. Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp.139.032.190,-. Penyediaan alat multi media pembelajaran Rp.100.780.000,-. Admintrasi kegiatan sekolah Rp.84.922.600,-. Langganan daya dan jasa Rp.61.266.710,-. Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Rp.47.156.500,-. Penerimaan peserta didik baru Rp.50.458.500,-.
 
 
Berita Edisi Sebelumnya : Sungguh tidak layak dicontoh (tercela) atas tindakan Ismargono selaku Kepala SMK Negeri 6 Bandar Lampung. Pasalnya, ia diduga kuat melakukan tindakan Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (KKN) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2020 milik sekolah tersebut.
 
Perlu diketahui,terungkapnya masalah diatas berawal dari nyanyian Narasumber yang berhasil di himpun Tim Handal Lampung. dimana sumber menuding bahwa, Ismargono selaku kepala SMK Negeri 6 Bandar Lampung melakukan tindakan Korupsi dana BOS. "ya betul Ismargono aktor utama dibalik Masalah KKN BOS tersebut",tegasnya.
 
Lanjut sumber, untuk modus yang dilancarkan ialah mark-up/menggelembungkan anggaran pengeluaran dari beberapa aitem kegiatan yang dibiayai dana BOS. " Saya tegaskan, pihak SMK Negeri 6 Bandar Lampung, mendapatkan kucuran dana BOS tahun 2020 melalui 3 tahapan pencairan. Tahap I senilai Rp.324.480.000,-.
 
Lalu tahap II Rp.430.640.000,-. Dan tahap III Rp.365.280.000,-. Dari setiap tahapan pencairan,direalisasikan untuk pembiayaan aitem kegiatan yang sudah tercantum didalam peraturan BOS. Nah dari setiap pembiayai aitem kegiatan itulah Ismargono dibantu oleh orang-orang kepercayaannya menjalankan aksi Mark-upnya",papar sumber.
 
Terus sumber, untuk aitem kegiatan yang sangat ketara di Mark-up ditahap pertama ialah, pengembangan perpustakaan Rp 50 juta, kegiatan pembelajaran dan ekstrakulikuler Rp 120.214.949,-. kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp 29.100.000,-. Adm kegiatan sekolah Rp 13.257.675,-. langganan daya dan jasa Rp 17.743.628,-.
 
Lalu ditahap II Pengembangan perpustakaan Rp 50.000.000,-. kegiatan pembelajaran dan ekstrakulikuler Rp 16.710.652,-. kegiatan asesmen/evaluasi pemnelajaran Rp 29.530.660,-. administrasi kegiatan sekolah Rp 84.383.624,-. pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Rp 70.020.027,-. pembayaran honor Rp 179.640.000,-.
 
Lain tempat, saat Ismargono dihubungi melalui whatshap. Yang bersangkutan justru langsung memblokir nomor.
(Hadi Syaputra)