Home Mesuji Pariwara

Merasa Tertindas, Ratusan Buruh Mesuji Gelar Orasi, Tolak RUU Omnisbus LAW

121
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Mesuji - Buruh tidak bisa tertindas. Melakukan penindasan kepada buruh sama saja akan menggerakkan jiwa dan raga untuk turun kelapangan. Menyampaikan aspirasi karena buruh adalah sama seperti kita. Karena dirinya tertatih untuk terus ada dan hidup di dunia ini.

Berikut Aksi buruh diMesuji 

Cukup cinta ku yang kandas, Buruh jangan tertindas" itulah yang di sampaikan Persatuan Buruh di kabupaten mesuji di kantor Dawan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten mesuji untuk menyampaikan Aspirasi menolak RUU Omnisbus LAW yang ada di Kabupaten Mesuji.

Acara yang di pimpin langsung oleh Budiono selaku Ketua DPC, Federasi kehutanan, Industri umum, perkayuan, Pertanian dan perkebunan (FHUKATAN) dan Konferederasi Buruh Buruh seluruh Indonesia (KBSI). Pada Kamis, (13/8/20).

Dalam orasi damai tersebut, Budiono selaku Koordinator mengungkapkan dirinya datang bersama kurang lebih 100 orang dari perwakilan buruh di Kabupaten Mesuji, untuk menyampaikan tuntutan mengenai penolakan RUU Omnisbus LAW, Diantara 

1.keberatan dari para aksi ialah proses penyusunan RUU cipta kerja tidak transparan,

2. Pasal pasal kluster ketenaga kerjaan dalam RUU cipta kerja lebih rendah dari undang undang no 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan,

3. Pasal pasal kluster ketenaga kerjaan dalam RUU cipta kerja bersifat DISKRIMINATIF,

4. Pasal pasal kluster ketenaga kerjaan dalam RUU cipta kerja tidak mencerminkan prinsip berkeadilan,

5. Pasal pasal kluster ketenaga kerjaan RUU cipta kerja menghapus perlindungan hak hak normatif,

6. Pasal pasal kluster RUU cipta kerja akan memberangus hak kebebasan berserikat,

"Dan yang ke 7, Omnisbuslaw tidak di kenal dalam tatanan perundang undangan indonesia.selaku ketua DPRD Mesuji pun berjanji akan menindak lanjuti tuntutan dari para aksi untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah pusat dan DPR RI, sebisa mungkin mereka akan berusaha untuk selalu komunikasi dengan DPR RI terkait penolakan penolakan yang telah di lakukan oleh berbagai organisasi terkait RUU cipta kerja,” ucap Budiono kepada Ketua DPRD Kabupaten Mesuji Elfianah.


Acara penolakan RUU Omnisbus LAW, di sambut baik oleh Ketua DPRD Elfianah, dirinya selaku wakil rakyat akan menindak lanjuti tuntutan dari para buruh yang ada di Kabupaten Mesuji.

"Untuk itu kami segera akan menyampaikan apresiasi masyarakat kepada pemerintah pusat dan DPR RI, terkait penolakan dari berbagai organisasi buruh terkait penolakan RUU," jelasnya.

Dari pantauan, acara aksi damai berjalan dengan lancar, serta mentaati protokol kesehatan covid-19. (Busrimansyah/Pejuang Buruh)