Home Pringsewu Hukum

Miliaran APBD Dispora Pringsewu Dikorupsi

237
0
SHARE
Fhoto dok : handalnews.id

Handalnews.id, Pringsewu - Prilaku korup  membuat penderitaan rakyat berkepanjangan. Kali ini merunut masalah dugaan Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Dinas Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Pringsewu, sudah sangat keterlaluan. Miliaran Anggaran Pendapatan  Belanja Daerah (APBD) tahun 2019-2020 yang diperuntukan untuk instansi tersebut, raib disikat oleh Kepala Dinas setempat.


Bukan tanpa alasan, tudingan yang disampaikan sumber. yang datang 3 hari lalu ke kantor redaksi, menyatakan, APBD tahun 2019-2020 milik Dispora Pringsewu di Korupsi. “Kepala Dinas terima duit dari para pemborong”,katanya.

Lalu dia menjelaskan juga, ada skandal permainan soal kotak katik APBD tersebut. Ibaratkan permainan dalam mengeruk APBD demi memperkaya diri tapi harus juga kasih ke tuan besar.


Dengan apa yang disampaikan sumber tersebut, masyarakat menilai tuan besar yang dimaksud adalah otak dari permainan itu sendirti. “harus diperiksa Kepala Dinasnya”,kata eleman masyarakat.

Sejumlah kegiatan yang bermasalah tahun 2019-2020. Sebagai berikut datanya. 

1. Pembuatan Pergolaan di Telaga Gupit Kecamatan Gading Rejo Tahun 2019 Rp. 195.000.000,-.

2. Pembuatan gapura identitas di telaga gupit Tahun 2019   Rp. 310.000.000,-.

3. Pembangunan Plaza jajanan/kuliner ditelaga gupit Kecamatan Gading Rejo Tahun 2019  Rp. 385.000.000,-.

4. Pembuatan kios Cindra Mata di air terjun salapan  pardasuka Tahun 2020 Rp. 130. 797.482,-.

5. Pembuatan ruang ganti toilet di talang indah dan  air terjun salapan Tahun 2020 Rp. 532.000.000,-.

6. Pembangunan pagar pembatas di telaga gupit Tahun 2020  Rp. 198.550.000,-.

7. Pembangunan Boardwalk telaga gupit Tahun 2020  Rp.180.625.020,-.

8. Pembuatan Jalur pejalan kaki di talang indah bukit pangonan Tahun 2020  Rp. 256.432.313,-.

9. Pembuatan di tempat parkir di telaga Gupit Tahun 2020  Rp. 837.235.000,-.

Hasil penulusuran Tim SKU-Handal Lampung dilapangan. Dan siap mempertanggung jawabkan dimata Hukum.

1. Pembuatan pergolaan  Tidak sesuai RAB.

2. Pembuatan Gapura identitas : Tidak sesuai RAB.

3. Pembangunan Plaza jajanan/kuliner : Tidak sesuai RAB dan tidak pernah digunakan.

4. Pembangunan Boardwalk : Tidak sesuai RAB dan asas pemanfaatan tidak ada.

5. Pembuatan tempat parkir di telaga Gupit Tahun 2020  : pembangunan tidak ada di lokasi.  Dan menjadi pertannyaan yang belum terjawab karena untuk lokasi dan jumlah pagu ditentukan tapi pembangunan tidak ada.

6. Pembangunan pagar pembatas di telaga gupit : tidak sesuai RAB.

Hingga saat ini Kepala Dinas Belum bisa di konfirtmasi. (TIM)