Home Pesawaran Hukum

Milyaran Dana BPNT Pesawaran Diduga Menguap Ke Supplier

1155
0
SHARE
Poto Dok : Ilustrasi

Handalnews.id, Pesawaran - Manfaat Bantuan sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos) berupa program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Sembako di Kabupaten Pesawaran belum sepenuhnya dapat mensejahterakan masyarakat baik penerima bantuan maupun pelaku ekonomi kecil/pedagang yang menjadi mitra.

Investigasi Handalnews.id, di lapangan, setidaknya terdapat dugaan 1 Milyar lebih dana hak masyarakat dan pedagang kecil menguap kepada supplier yang telah ditentukan oleh oknum di Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran setiap bulannya.

Salah satu pemilik elektronik warung Gotong royong (E-Warong) di Kecamatan Gedong Tataan mengungkapkan, dirinya hanya bertugas membagikan paket sembako senilai Rp.200.000,- per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) karena bahan pangan dibagikan oleh supplier yang ditentukan dinas sosial.

"Awalnya perjanjian kami dengan pihak Bank Mandiri adalah melayani KPM untuk menyediakan bahan pangan sesuai dengan nominal yang diberikan, awalnya kami disuruh mencari bahan pangan sendiri untuk 300 KPM," ungkapnya, Minggu (2/8/2020) via telepon.

Namun, kata dia, saat masuk ke tahap penyaluran, E-Warong diwajibkan mengambil bahan pangan dengan supplier yang sudah ditentukan.

"Saya heran, awalnya kami yang disuruh cari bahannya sendiri, tapi pas berjalan harus pakai bahan pangan yang sudah ditentukan, kami hanya membagikan dan dapat fee Rp.5000,- per KPM," sesalnya.

Apalagi katanya, bahan pangan yang diberikan dinilainya, jauh dari nominal yang ditetapkan pemerintah melalui kementerian sosial.

"Bisa dihitung bang, bulan kemarin 1 KPM dapat beras 12kg, kacang ijo seperempat kilo, buah pir setengah kilo, telur 1 kilo dan kentang setengah kilo, ya sudah saya hitung paling mahal 150ribuan lah, dari dana itu kami cuma dapat Rp.5.000,- ya itu keadaannya," lanjut dia.

Dijabarkan olehnya, beras serupa berkisar antara Rp.9000,- sampai Rp.9500,-/kg 12 kg menjadi Rp. 114.000,-
Kacang hijau seperempat kg Rp.5000,- , buah pir setengah kg Rp.10.000,- telur 1kg Rp.23.000,- kentang setengah Rp.10.000,- ditotal Rp.162.000,- dipotong fee E-Warong Rp. 5000,-. Jadi total Rp. 167.000,-

"Bisa dibayangin bang, ada sisa Rp.33.000,- per KPM, kalau kami cari barang sendiri bisa sangat membantu kami dan mungkin bisa kami tambahkan bahan pangan ke masyarakat," jelasnya.

Sedangkan salah seorang KPM di Desa Kalirejo, Kecamatan Negeri Katon menuturkan, dirinya mendapatkan paket bahan pangan yang sama dengan Kecamatan Gedong Tataan, hanya saja dirinya harus membayar Rp.10.000,- ke koordinator dengan dalih transport.

"Sama saja mas, 12kilo beras, pir kecil-kecil 3 buah, kacang ijo seperempat kilo, kentang setengah kilo dengan telur 15 butir," tutur dia saat ditemui di kediamannya.

Terpisah, Tenaga Sosial Kecamatan (TSK) BPNT Gedong Tataan Sarwanto saat dikonfirmasi mengaku tidak tau menahu terkait masalah itu dan terkesan buang badan.

"Saya tidak faham kalau masalah itu, bisa tanya langsung ke supliernya, karena tugas TSK hanya mendata," ucapnya singkat.

Sementara itu mantan Kepala Dinas Sosial Yulizar ketika dikonfirmasi mengatakan dirinya sedang di Bogor dan Kepala Dinas Sosial bukan dia lagi.

"Saya lagi di Bogor silakan konfirmasi ke Plt Dinas Sosial, karena saya tidak menjabat lagi, atau konfirmasi saja langsung ke Koordinator daerah," ujarnya, melalui telpon seluler, Senin (3/8/2020).

Sedangkan Koordinator Daerah Kusniati menjelaskan untuk pemasok Program sembako di 11 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pesawaran adalah, PT Mubarokah Jaya Makmur (MJM), Rumah Pangan Kita (RPK), Mitra Tama dan CV Setia Mujirahayu Sentausa (CV. SMS).

"Seingat saya itu mas, coba nanti tanya dengan pendamping di kecamatan masing-masing," sebutnya.

Penelusuran Handalnews.id, di 11 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pesawaran, permasalahan tersebut ternyata tidak hanya terjadi Kecamatan Gedongtataan dan Negeri Katon namun di Kecamatan Way Lima, bahwa sembako yang diterima setiap KPM, tidak sesuai dengan jumlah nominal yang telah ditentukan dari kementrian sosial, lain lagi yang di Kecamatan Kedondong, selain sembako tidak sesuai dengan nilai rupiah yang ditentukan, banyak KPM yang tercatat dan memiliki kartu sebagai penerima namun saldo nya selalu kosong.

Kemudian Handalnews.id mencoba untuk mengkalkulasikan jumlah sisa dana bantuan yang diberikan supplier, jika diambil rata rata Rp.30.000,- saja per KPM dikalikan jumlah KPM yang bertransaksi sesuai data dibulan Juni 2020, 38.375 KPM se-Kabupaten Pesawaran, ada dana Rp.1.151.250.000,- (1,15 Milyar), perbulan hak KPM dan E-Warong menguap kepada supplier yang ditunjuk oleh Dinas sosial Kabupaten Pesawaran.

Tentunya keberadaan supplier perlu menjadi catatan dan bahan evaluasi sehingga tujuan Pemerintah pusat untuk mensejahterakan KPM maupun pelaku usaha mikro dan kecil (E-Warong) bisa terwujud.

"Ikuti Berita selanjutnya akan di follow up kembali dengan aparat penegak hukum terkait dugaan permainan dalam pelaksanaan bantuan dari pemerintah pusat tersebut" (Ismail)