Home Umum

Nasib PT. PJB Masih Digantung, Pejabat Pemkab Lamteng No Koment

201
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Lampung Tengah - Hingga memasuki akhir bulan Januari 2021 ini, nasib perusahaan pengelola pasar Bandarjaya Plaza (BJP), yaitu PT. Pandu Jaya Buana (PJB) masih digantung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah (Lamteng). 

Sementara dari hasil investigasi, Rabu (20/1/2021), ke beberapa instansi dan pejabat, yang tergabung dalam Tim Koordinasi Kerjasama Daerah (TKKSD), tidak didapati informasi yang berkaitan dengan pengelolaan pasar BJP. Dari beberapa pejabat yang berhasil ditemui, justru memilih diam (no koment). 

Alasan mereka memilih diam, karena kewenangan untuk memberikan statemen kepada publik, adalah hak dari Ketua TKKSD, yaitu Sekretaris Kabupaten (Sekkab), sementara yang lainnya mengaku tidak memiliki kewenangan. 

"Mohon maaf, saya tidak memiliki kapasitas untuk memberikan keterangan itu. Silahkan anda menemui Sekda, karena beliau yang berhak memberikan statemen sebagai Ketua TKKSD," ujar sumber yang enggan ditulis namanya. 

Namun dari obrolan santai kepada dua orang pejabat, hampir dipastikan bahwa hingga saat ini, pemerintah daerah belum memberikan izin perpanjangan kontrak kerjasama dg PT. PJB, terkait pengelolaan pasar BJP. 

Mengenai apakah akan tetap diberikan perpanjangan atau diputus, semuanya masih dalam kajian TKKSD. Sesuai juga pemerintahan saat ini masih dalam masa transisi, menjelang pergantian Bupati yang baru. 

Dari obrolan tersebut, tertangkap isyarat bahwa sebenarnya TKKSD menginginkan agar kontrak kerjasama tersebut diputus. "Kalau kami TKKSD berharap, kerjasama itu diputus saja, karena mereka (PT. PJB) tidak dapat memenuhi janjinya," imbuh sumber. 

Alasan kuat yang mendasarinya adalah, selama empat tahun terhitung sejak 2016 hingga akhir 2020 lalu, pihak pengelola tidak dapat memenuhi kesepakatan sebagaimana tercantum dalam klausul Memorandum of Understanding (MoU). 

"Perusahaan itu sudah kami berikan kelonggaran, sampai tiga kali perpanjangan kontrak kerjasama, tapi nyatanya sampai akhir 2020 kemarin, mereka (PT. PJB) tidak bisa melaksanakan janjinya, sebagaimana tercantum dalam MoU tersebut," pungkas sumber. (Gun)