Home Lampung Timur Hukum

Organisasi MKKS SMAN Lamtim Dipimpin Koruptor

137
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

BOS SMA Negeri 1 Bandar Sribawono Dikorupsi

Handalnews.id, Lamtim - Organisasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Lampung Timur dipimpin seorang Koruptor. Entah pesona apa yang menjadikan Darma selaku Kepala SMA Negeri 1 Bandar Sribawono Kabupaten Lampung Timur, dipercayai memimpin Organisasi MKKS SMA Kabupaten Setempat. Padahal dirinya terindikasi kuat dalang dibalik dugaan Korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2018-2019 milik sekolah tersebut.

Berdasarkan data yang ada dimeja redaksi dan pengakuan Narasumber,menjelaskan, aneh bin ajaib, Darma selaku kepala SMA Negeri 1 Bandar Sribawono bisa menjabat sebagai  ketua MKKS.

“BOS SMA Negeri 1 Bandar Sribawono dikorupsi oleh Darma selaku Kepala sekolah," tegasnya.

Masih kata sumber, dengan jabatan yang disandang oleh Darma saat ini, akan menimbulkan masalah tersendiri sebab bisa saja terjadi penularan prilaku buruk. seperti apa yang  dilakukan oleh darma untuk dana BOS di SMA Negeri 1 Bandar Sribawono.

“Apa gak takut banyak koruptor BOS, mau jadi apa para generasi Penerus Bangsa yang mengenyam pendidikan tingkat SMA disana," paparnya.

Sumber juga, menjelaskan, tahun 2018 terdapat beberapa kegiatan yang dikucurkan melalui dana BOS yang dikorupsi dengan modus mark-up diantaraya, kegiatan

Pengembangan Perpustakaan TW II Rp. 264.880.000,- . Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah TW I Rp. 83.135.000,- TW II Rp. 41.921.000,- TW III Rp. 58.466.000,- TW IV Rp. 61.300.000,-. Lalu kegiatan Pengelolaan Sekolah TW I Rp. 80.023.700,- TW II Rp. 78.678.200,- TW III Rp. 91.428.100,- TW IV Rp. 108.010.500,-.

Lalu untuk 2019 kegiatan yang dikorupsi, dengan pola dan modus yang sama ialah, Kegiatan Pembelajaran dan Ekstrakurikuler TW I Rp. 21.171.300,- TW II Rp. 16.427.000,- TW III Rp. 28.911.000,- TW IV Rp. 18.897.000,- Pengelolaan Sekolah TW I Rp. 84.009.700,- TW II Rp. 91.015.500,- TW III Rp. 100.778.200,- TW IV Rp. 107.029.600,- Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah TW I Rp. 62.161.700,- TW II Rp. 98.046.000,- TW III Rp. 54.640.000,- TW IV Rp. 42.240.000.

“Selama dua tahun tersebut kerugian negara ditafsir mencapai ratusan juta rupiah," ucapnya.

Sumber menerangkan, kegiatan Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah, dalam realisasi kegiatan ini. sudah diluar nalar, sebab apa yang diperbaiki, apa yang di rawat, apa yang dibelanjakan, tidak jelas.

Lalu kemunduran pendidikan terkait perolehan prestasi dari tahun ketahun menurun, semua disebabkan adanya masalah tersebut.

Hingga berita ini dilansir Darma belum bisa dihubungi.

Edisi Mendatang masalah ini akan terus dikupas. Tunggu. (RED)