Home Bandar Lampung Hukum

Pembangunan 2 RKB SMA Negeri 14 Balam Terindikasi KKN

241
0
SHARE
Fhoto dok : handalnews.id

Handalnews.id, Bandar Lampung - Pembangunan 2 Ruang Kelas Baru (RKB) sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 senilai Rp.235.000.000,-. Kegiatan swakelola Milik SMA Negeri 14 Bandar Lampung, terindikasi dugaan Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Menurut pengakuan narasumber, mengatakan, tahun 2020 pihak SMA Negeri 14 Bandar Lampung mendapatkan kucuran Bantuan DAK dari dinas Pendidikan Provinsi, senilai Rp.235.000.000,-. Kegiatan swakelola. “dalam realisasi kegiatan tersebut pihak sekolah melaksanakannya tidak sesuai dari Rancangan Anggaran Biaya (RAB), semua dilakukan untuk meraup keuntungan dari pekerjaan tersebut”,ujarnya.

Lanjut sumber, mengutarakan, kalau tidak percaya dengan ucapan saya bisa saksikan sendiri hasil kegiatan yang dilaksanakan disekolah tersebut. “saya bertanggung jawab akan stateman saya”,tegasnya.

Dengan mengantongi ucapan sumber tersebut Tim Handal Lampung melakukan Investigasi disekolah setempat, saat tim Handal Lampung tiba sekolah tersebut tim mengikuti aturan bertamu dengan memenuhi segala macam bentuk aturan yang sudah di tentukan pihak sekolah. sehingga pada akhirnya Tim di arahkan bertemu dengan Buk Icon selaku Humas sekolah tersebut, tetapi didalam perbincangan dengan Tim, sikap Icon dinilai kurang baik, karena pada saat didalam perbincangan ketika Tim menyampaikan maksud dan tujuan berkunjung kesekolah dengan seketika Icon naik pitam.

“ saya tidak ada yang kenal dengan orang-orang Dinas saya hanya kenal dengan Pak Zulfakar, saya sudah 6 tahun menjabat sebagai Humas, jadi saya tidak perlu ijin dengan kepala sekolah untuk menjawab apapun itu yang disampaikan kalian-kalian ini, saya foto dulu kalian, mau saya jadikan artis karena saya ini tergabung di dalam group Humas se Bandar Lampung”,ujarnya dengan nada tinggi.

Setelah itu Tim mencoba kembali bicara dengan nada pelan kepada Icon, untuk dimana sekirannya bisa meminta ijin mengambil dokumentasi kegiatan DAK tersebut. Tiba-tiba Icon menunjuk salah satu dewan guru yang baru masuk dengan menyampaikan bahwa itu pak Suwono selaku bagian Sarana dan Prasarana sekolah, sehingga Tim meminta ijin untuk bertannya dengan Pak Suwono, tetapi di dalam perbincangan justru suasana semakin tidak kondusif karena Suwono justru ikut naik pitam dengan berkata, kegiatan DAK itu ada diatas tapi saya tidak ijinkan kalian mengambil foto dokumentasinnya, perlu kalian tau kami ini ada LBH, kami ada pengacara.

Dengan adanya suasana yang sudah tidak baik tersebut, demi keselamatan, Tim meminta Ijin untuk berpamitan.(TIM)