Home Lampung Selatan Hukum

Pengambilan motor yang dilakukan Suhendri berujung pada pelaporan Amirudin ke Polisi Sek-Katibung

156
0
SHARE
Fhoto dok : handalnews.id

Handalnews.id, Lamsel - Tak terima motornya diambil, Amirudin warga Desa Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung laporkan Suhendri warga Sumber Agung Ke Polisi Sektor Katibung.

Sesuai dengan Surat Tanda Penerima Lapor (STPL) B1 - 57 / VI / 2020 / Res Lamsel / Sektor Katibung, diduga telah terjadi tindak pidana pencurian dengan pemberatan Dirumah Amirudin yang dilakukan oleh Suhendri.

Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 30 Mei 2020, sekitar pukul 19.00 WIB, "saat itu saya tidak ada dirumah, hanya ada istri saya, motor yang diambil merek Honda Supra X, warna hitam, dengan no Pol BE 4320 DI," ungkap Amirudin.

Amirudin menjelaskan, pada awalnya Suhendri merupakan bos tempatnya bekerja.
Dirinya bekerja Dengan Suhendri sebagai sopir mobil truk. singkat cerita terjadi insiden yang tidak diinginkan dimana saat sedang melintas di Daerah Bandung Jawa Barat mobilnya di tumpangi oleh orang yang ingin tauran. "Pada saat itu terdapat beberapa orang yang mau menumpang mobil yang saya kendarai, karena jumlah mereka sedikit dan mereka numpang nebeng sampai depan saja saya mempersilahkan mereka untuk ikut, tetapi ketika mobil saya berhenti ternyata mereka yang ingin menumpang tersebut jumlahnya sangat banyak dan sudah naik di atas bak mobil yang saya kendarai, tak selang beberapa lama, saya melaju tejadi tauran atau keributan yang mana ternyata mereka yang menumpang tersebut tujuannya ingin tauran/ berantem, lalu karena melihat hal itu saya menyuruh mereka untuk turun, dan saya langsung pergi, dan hampir mobil yang saya bawa rusak parah jika saya tidak cepat - cepat pergi, setelah saya jauh pergi saya berhenti sejenak untuk melihat- lihat mobil, lalu ada mobil pribadi datang menghampiri saya dan mengatakan "mas itu kawan - kawanya" lalu saya bilang itu bukan kawan saya mereka nebeng, dan saya tidak tau kalau mereka ingin tauran, tidak lama kemudian saya dihampiri oleh oknum Polisi dan singkat cerita saya diintrogasi karena saya takut terjadi apa - apa seperti mobil ditahan dan saya di tahan,akhirnya saya berdamai dengan Oknum tersebut, dengan memberikan sejumlah uang," ungkapnya.

Iya meneruskan Karena kejadian tersebut, akhirnya uang jalan yang dimiliki oleh Amirudi diserahkan kepada Oknum Polisi tersebut. Dan disini awal perselisihan antara keduanya, sebab ternyata apa yang dilakukan oleh Amirudi menjadi utang piutang kepada bosnya Suhendri.

Ia melanjutkan, karena sudah menjadi utang Amirudin akhirnya membayar utang tersebut meskipun blom mampu membayar semuanya, namun karena mungkin sudah terlalu lama akhirnya Suhendri melakukan penyitaan motor di Rumah Amirudin.

Akibat hal tersebut, Amirudin tidak terima dan melaporkan Suhendri kepada aparat penegak hukum.

Selain itu, Jalal Selaku kuasa yang dari Amirudin mengatakan jika, pihaknya akan terus berupaya agar masalah ini segera di proses sesuai hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan yang bersalah dapat segera menerima hukumannya. " Ini sudah masuk tindak pidana, dan jika ada upaya untuk merubah menjadi perdata akan kami lawan," ungkapnya. (Amuri)