Home Pesawaran Hukum

Perkosa Mantan Kekasih Sedang Pingsan, Warga Kebagusan Terancam 9 Tahun Penjara

797
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Pesawaran - Jajaran Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polsek Gedong Tataan Polres Pesawaran Polda Lampung, berhasil menangkap JO (23) warga Desa Kebagusan Kecamatan Gedong, karena tindak pidana bersetubuh dengan seorang  wanita diluar perkawinan padahal diketahui bahwa wanita itu dalam keadaan pingsan atau tidak berdaya, dan dikenakan Pasal 286 KUH Pidana, akhirnya Ancaman hukuman penjara 9 Tahun menunggu nya.

Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo menjelaskan pada hari Rabu tanggal 05 Agustus 2020 jam 22.00 wib, Team Tekab 308 Polsek Gedong Tataan dipimpin oleh Panit 1 Reskrim Ipda Sunaryo, S.E berdasarkan hasil penyelidikan diperoleh bukti permulaan yang cukup tentang dugaan Tindak Pidana Bersetubuh dengan seorang wanita diluar perkawinan padahal diketahui bahwa wanita itu dalam keadaan pingsan.

"Penangkapan terhadap saudara JO warga Desa Kebagusan, karena diduga telah melakukan tindak pidana perkosaan terhadap korban saudari. IS, yang terjadi pada hari Selasa tanggal 16 Juni 2020 sekira jam 16.00 wib di  Desa Kebagusan," kata Kapolres.

Untuk modus operandinya lanjut Kapolres, pelaku JO merasa sakit hati dengan korban saat diputus hubungan percintaan dengan korban yafg sudah terjalin sejak setahun lalu,
Selanjutnya pelaku JO meminta kepada korban untuk bertemu untuk menanyakan penyebab korban memutuskan Hubungan percintaan tersebut, pada saat korban datang kerumah pelaku, selanjutnya korban duduk di teras kemudian menarik tangan kanan korban dan diajak masuk kekamar.

"Pada sampai didalam kamar selanjutnya pelaku menodongkan sebilah celurit yang dipegang menggunakan tangan kanan ke bagian leher korban selanjutnya tangan kiri pelaku menyodorkan segelas minuman berwarna hitam dan memaksa korban untuk meminum minuman tersebut sebanyak 2 gelas Anggur Merah," ujarnya.

Kemudian lanjut Kapolres, Setelah itu korban merasa pusing dan pingsan, pelaku langsung menarik celana training dan celana dalam yang dipakai korban dan langsung menyetubuhi korban sebanyak 1 kali, kurang lebih 10 menit pelaku selesai menyetubui korban dan mengeluarkan air mani nya kedalam kemaluan korban, Setelah selesai menyetubui korban 
Kemudian pelaku mengenakan celana dalam dan celana training korban tapi posisinya terbalik.

"Hal tersebut diketahui korban setelah korban sadar dan pada saat akan berdiri merasa bagian kemaluan nya sakit dan mual
Pada saat korban hendak meninggalkan kamar, selanjutnya muntah dan pusing, kemudian korban meminta bagian kepala nya disiram air sumur untuk mengurangi rasa pusing, setelah rasa pusing nya berkurang 
Selanjutnya korban pulang meninggalkan TKP," urainya.

Kapolres menambahkan Sejak kejadian tersebut Korban tidak pernah menceritakan hal tersebut kepada siapa pun, hingga sekira Akhir bulan Juli 2020 korban tidak datang bulan, kemudian menceritakan hal tersebut kepada kakak kandung korban.

"Barang Bukti yang diamankan berupa satu lembar karpet warna hijau, satu stel pakaian, dan tersangka dikenakan pasal 286 KUH Pidana, dengan ancaman 9 Tahun hukuman penjara," pungkasnya.  (Ismail)