Home Bandar Lampung Artikel

Politik Uang Merusak Tatanan Pemerintah

138
0
SHARE
Hadi Saputra (Redaktur Pelaksana Handal news.id)

Oleh : Hadi Syaputra


Pemerintah adalah organisasi yang memiliki kewenangan untuk membuat dan menerapkan hukum serta undang-undang di wilayah tertentu (Sumber Wikipedia)

Politik uang atau politik perut adalah suatu bentuk pemberian atau janji menyuap seseorang baik supaya orang itu tidak menjalankan haknya untuk memilih maupun supaya ia menjalankan haknya dengan cara tertentu pada saat pemilihan umum. ... Politik uang adalah sebuah bentuk pelanggaran kampanye.(sumber Wikipedia)

Dengan penjabaran yang berbeda kenapa bisa berkaitan tentunya hal inilah yang akan kita jabarkan kenapa hal tersebut bisa berkaitan antara satu dengan lainnya.

Seperti kita ketahui orang yang memainkan politik uang tentunya akan mempunyai pemikiran bagaimana dirinya bisa balik modal karena jika dia iklas namanya bukan politik uang tapi sukarela uang.

Bermain politik tentunya memiliki kepentingan. Dan siapapun yang bermain politik maka dia akan menghalalkan segala macam cara untuk memenangkan suatu hal yang sifatnya untuk kepentingan.

Disinilah peran serta dari pada kesadaran yang harus kita miliki. Dimana suatu hal yang sifatnya akan melakukan sesuatu tentunya harus kita pikirkan dahulu karena sebelum kita melakukan tindakan maka menjadi suatu hak yang sifatnya dipikirkan terlebih dahulu.

Maka jika kita menerima politik uang disitulah titik balik adanya kerusakan ada tatanan pemerintah. Sebab seseorang yang menjabat di jabatan tertentu dalam pemerintah maka dia harus memiliki prestasi sehingga jabatan yang diemban betul-betul dimaknai dengan pemikiran Untuk melayani masyarakat.

Bukan karena adanya politik uang dengan cerita semasa pemilihan kepala daerah atau lainnya seseorng tersebut mempunyai jasa dengan ikut memainkan politik uang untuk menghantarkan kepentinyan sehingga ketika menjadi seorang penjabat rakyat maka dengan seleluasanya dia memilih sang penolong dalam main politik uang tersebut.

Tentu nya kita sudah tau bakal menjadi seperti apa tatanan pemerintah ketika dipimpin oleh pejabat yang menjabat karena politik uang tersebut.

Inilah mungkin cikal bakal lahirnya para Oknum-Oknum Koruptor yang bukan melayani masyarakat tapi justru membuat masyarakat menderita.

Oke kita lanjut pembahasannya, politik uang merusak tatanan pemerintah. Tatanan pemerintah bagi saya jika di faktanya, didalam jabatan seseorang baik tingkat sekda atau kadis atau kabid inilah yang disebut tatanan, maka menjadi suatu hal yang penting dan harus kita pikirkan jika kita menginkan tatanan yang melayani masyarakat bukan melayani isi perutnya sendiri.

Pesan kata akhir pilih lah pemimpin yang tidak memainkan politik uang tapi pilih lah pemimpin dengan suatu sudut pandang. Politik memperkuat tatanan Pemerintah Bukan Uang.(*)