Home Bandar Lampung Agama

Posisi Hilal –4° 23? Di Lampung, Potensi 1 Syawal 12 Mei 2021

152
0
SHARE
Foto: dok HandalNews.id

HandalNews.id, Bandar Lampung - Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LFP BNU) akan menggelar rukyatul hilal, Selasa (11/5). Posisinya hilal di Lampung sudah –4° 23?. Nasionalnya minus 4 derajat tepatnya -4º 22’ 28”. 
 
 
Hal itu berdasarkan data menggunakan sistem hisab jama’i (tahqiqy tadqiky ashri kontemporer) di Gedung PBNU Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat dengan koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT.  
 
Berdasarkan data hisab tersebut, titik-titik ibukota provinsi/kabupaten seluruh Indonesia, hilal terbenam lebih dulu dibandingkan matahari di seluruh Indonesia pada saat pelaksanaan rukyatul hilal. 
 
Untuk mengetahui kapan Idul Fitri 1442 H atau tanggal 1 Syawwal 1442 H, sidang itsbat dan ikhbar yang akan menentukan, Selasa (11/5), setelah pelaksanaan rukyatul hilal rampung.
 
BMKG juga akan memantau potensi hilal awal Syawal di 29 titik di seluruh Indonesia. Data BMKG menyebut potensi hilal awal Syawal terlihat sangat besar pada Rabu 12 Mei 2021.
 
Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Rahmat Triyono mengatakan pihaknya akan melakukan rukyat atau pemantauan hilal awal bulan Syawal selama dua hari. 
 
Rukyat akan dilakukan pada 11 dan 12 Mei di 29 titik di seluruh Indonesia.
 
“Dalam penentuan awal bulan Syawal 1442 H, BMKG akan melaksanakan Rukyatul Hilal selama 2 (dua) hari, yaitu tanggal 11 dan 12 Mei 2021 di 29 lokasi di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/5).
 
Dijelaskannya, pemantauan akan dilakukan di danau Sentani Papua, Gedung Bupati Sarmi Provinsi Papua, Rooftop Hotel Kriyad Papua, Tugu Christina Ambon, Tower Observatori hilal BMKG Ternate, pantai Wolulu Sulteng.
 
Kemudian di GTC Makassar, Gedung Rektorat IAIN Sultan Amai Gorontalo, Gedung Observasi Hisab Rukyat Kemenag Sulteng, Rooftop Mega Trade Center Manado, Tower Masjid Balikpapan Islamic Center, Dermaga Kokar NTT, Balkon Hotel Aston Kupang.
 
Lalu di Tower SMA Astha Hanas Subang, Pantai Tanjung Pasir Tangerang, Mess Pemda Bengkulu, Gedung Kebudayaan Padang, Kantor Stageof Deli Serdang, Kantor BBMKG Wilayah I Medan, hingga Pusat Observatorium Pengamatan Hilal Kemenag Aceh.
 
Dijelaskannya, pihaknya menyebut konjungsi (Ijtimak) awal bulan Syawal 1442 H terjadi pada Rabu 12 Mei 2021 M, pukul 01.59.47 WIB atau 02.59.47 WITA atau 03.59.47 WIT, sehingga dapat disimpulkan di wilayah Indonesia konjungsi (ijtimak) terjadi sebelum Matahari terbenam. Paling awal di Merauke pukul 17.37.16 WIT dan paling akhir pukul 18.46.31 WIB di Sabang, Aceh.
 
Data Hilal tanggal 11 Mei 2021 adalah tinggi hilal berkisar antara -5,61 derajat di Jayapura sampai dengan -4,37 derajat di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Elongasi berkisar antara 4,56 derajat di Banda Aceh sampai dengan 5,87 derajat di Waris, Papua.
 
Sementara pada 12 Mei, tinggi hilal berkisar antara 4,48 derajat di Merauke sampai dengan 6.05 derajat di Sabang. Elongasi berkisar antara 5,31 derajat di Merauke sampai dengan 6,74 derajat di Sabang. Umur bulan berkisar antara 13,45 jam di Merauke sampai dengan 16,78 jam di Sabang. Berkisar antara 22,57 menit di Merauke sampai dengan 29,50 menit di Sabang.
 
Fraksi iluminasi bulan berkisar antara 0,22 persen di Merauke sampai dengan 0,35 persen di Sabang, Aceh. Objek benda Langit yang dapat disangka sebagai hilal adalah Venus, berjarak sudut lebih kecil 5 derajat dari bulan.
 
“Berdasarkan data Hilal awal Syawal 1442 H di atas, dikarenakan posisi hilal minus, maka hilal tidak akan teramati pada tanggal 11 Mei 2021. Sedangkan pada tanggal 12 Mei 2021 berdasarkan ilmu astronomi dan data rekor Hilal terlihat oleh BMKG serta jika cuaca cerah (terutama di ufuk Barat), potensi hilal terlihat sangat besar,” katanya.
 
Kendati demikian, untuk mengawali bulan Syawal 1442 H atau merayakan Idul Fitri sebaiknya menunggu keputusan Menteri Agama Republik Indonesia yang akan diumumkan pada tanggal 11 Mei 2021 malam, setelah sidang isbat. 
 
Sidang Isbad Kemenag 
 
Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat untuk menentukan awal bulan Syawal 1442 H, 29 Ramadan 1442 H, Selasa (11/5), pukul 16.45 WIB.
 
Karena masih pandemi Covid-19, sidang isbat dilakukan mengikuti protokol kesehatan sehingga tidak semua perwakilan hadir secara fisik di kantor Kementerian Agama.
 
Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan bahwa Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dijadwalkan akan memimpin langsung Sidang Isbat.
 
Sidang hanya dihadiri Menag dan Wamenag, Majelis Ulama Indonesia, Komisi VIII DPR, serta sejumlah Dubes negara sahabat dan perwakilan ormas.
 
"Isbat awal Syawal digelar 11 Mei 2021 atau 29 Ramadan 1442 H secara daring dan luring," terangnya.
 
Menurut Kamaruddin, panitia juga menyiapkan aplikasi pertemuan dalam jaringan (zoom meeting), baik untuk peserta sidang maupun media. Sebab, peliputan juga akan dilakukan secara terbatas.
 
"Kemenag bekerjasama dengan TVRI untuk menjadi TV Pool. Media yang ingin menyiarkan sidang isbat awal Syawal bisa berkoordinasi dengan TVRI," terang Kamaruddin.
 
"Kami juga memanfaatkan medsos Kemenag untuk melakukan live streaming," sambungnya.
 
Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Agus Salim menambahkan bahwa tahapan Sidang Isbat dilakukan sebagaimana awal Ramadan lalu.
 
Sesi pertama dimulai pukul 16.45 WIB, berupa pemaparan posisi hilal Awal Syawal 1442H oleh anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag Cecep Nurwendaya. Setelah Maghrib, Sidang Isbat dipimpin Menteri Agama, diawali dengan mendengarkan laporan data hisab dan hasil rukyatul hilal.
 
Kemenag menjadwalkan akan melakukan rukyatul hilal pada 88 titik di seluruh Indonesia. (Rls/Rzl)