Home Pesawaran Hukum

Pramukti Lampung Desak APH Periksa Kepsek SMAN 1 Kedondong

1034
0
SHARE
Kepala SMAN 1 Kedondong, Dudi Indiana

Dudi Indiana, Diduga Korupsi Anggaran Sekolah Ratusan Juta Rupiah


Handalnews.id,Pesawaran - Desakan agar Aparat Penegak Hukum agar memeriksa Kepala SMAN 1 Kedondong terus mengalir, setelah sebelumnya Anggota DPRD Provinsi Lampung Ely Wahyuni, kini giliran Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) Pramukti Lampung mendesak agar Aparat Penegak Hukum (APH) periksa Kepala Sekolah SMAN 1 Kedondong, Dudi Indiyana terkait dugaan penggelapan dana sekolah yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pramukti Lampung, Maryadi, S.Ag kepada Handalnews.id, Selasa (12/11) melalui sambungan telepon.

"Sudah selayaknya APH turun kebawah dan periksa Kepala Sekolah SMAN 1 Kedondong yang sudah santer diberitakan, apalagi desakan juga muncul dari anggota DPRD Provinsi Lampung," tegasnya.

Ditambahkan, tindakan APH dalam menegakkan hukum sangat dinantikan oleh masyarakat, karena seiring sejalan dengan cita cita pemerintah dalam memberantas korupsi di Provinsi Lampung.

"Masyarakat sangat menantikan tindakan dari APH, karena jika saya lihat item item pelanggaran yang dijabarkan dalam berita tersebut sangatlah jelas, jika benar benar melanggar bisa jadi pelajaran bagi pejabat lain untuk tidak korupsi," tambah dia.

"Jadi penegakan hukum yang dilakukan secara tidak langsung mengedukasi pejabat agar amanah dalam mengemban tugas," timpalnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala SMAN 1 Kedondong, Dudi Indiyana, diduga telah melakukan Korupsi Dana sekolah senilai ratusan juta rupiah.

Investigasi yang dilakukan Handalnews.id menemukan fakta bahwa, selama Dudi Indiana menjabat kepala SMAN 1 Kedondong dalam pengelolaan dana sekolah tidak jelas penggunaannya, baik Dana Bantuan Operasional sekolah (BOS), Bantuan untuk Program Indonesia Pintar (PIP), Dana Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDP) dan dan Dana Komite.

"Untuk Dana BOS di SMAN 1 Kedondong, setiap tahun Rp 1 Milyar lebih, sedangkan Pak Dudi Indiana, menjabat dari tahun 2016 sampai dengan tahun ini 2019, kemana Dana itu, kalau kita ambil dari tahun 2016, 2017, 2018, tiga tahun itu saja sudah kurang lebih Rp 3 Milyar, untuk tahun ini saja Jumlah Siswa-siswinya, sebanyak 653, jika dikalikan Rp 1.400.000/murid, maka jumlahnya sudah Rp 9.14.200.000," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.

Namun sambungnya, Dudi Indiana memang terkenal lihai dan licik dalam pembuatan laporan pertanggungjawaban, sehingga banyak pihak-pihak terkait yang terkecoh, termasuk dewan guru, wali murid maupun aparat penegak hukum.

"Nah untuk dana PPDP, setiap siswa-siswi dikenakan Rp 570 ribu, dengan rincian Seragam Kaos Olahraga Rp 300 ribu, Baju Batik Rp 150 ribu, Atribut sekolah Rp 100 ribu dan Kartu Pelajar Rp 20 ribu," sebutnya.

"Dan ada juga sumbangan untuk Pagar Sekolah Rp 150 ribu, namun miris nya, anak-anak sudah melakukan kegiatan belajar mengajar namun, item-item itu ada yang belum terealisasi, kemana dana itu," tanya dia.

Belum lagi tambahnya, Dana Program Indonesia Pintar (PIP), pada tahun sebelumnya untuk data anak didik banyak yang di Manipulasi dengan tujuan untuk kepentingan memperkaya diri pribadi, tanpa peduli akan dampak perbuatannya yang merugikan masyarakat dan negara.

"Jadi kami berharap kepada aparat penegak hukum untuk segera melakukan pengumpulan data dan pengumpulan bahan keterangan, serta melakukan pemanggilan dan pemerintah terhadap Dudi Indiana, selaku kepala SMAN 1 Kedondong, kalau nanti terbukti, agar dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia," pungkasnya.

Sementara itu Kepala SMAN 1 Kedondong Dudi Indiana, M.Pd, ketika dikonfirmasi melalui telpon seluler tidak di angkat, dan ketika di hubungi melalui Whatsapp, dirinya mengatakan masih dalam perjalanan.

"Wassalamualaikum maaf Dinda tadi gak keangkat. Saya lagi otw pringsewu, anak saya sakit. Buru-buru nanti saya telepon balik ya," ucapnya, Senin (28/10/19).  (Ismail)