Home Tulang Bawang Hukum

PROGRAM BUPATI WINARTI DIJADIKAN LAHAN BASAH KORUPSI NASARUDIN KADIS PENDIDIKAN

56
0
SHARE
Ilustrasi

Tulang Bawang (handal.id)-----Program Bupati Winarti yang amat mulia yang memiliki tujuan meningkatkan gizi dan pendidikan yang kelak berpengaruh pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dimasa yang akan datang, Namun justru diduga Program Pemberian makanan tambahan anak sekolah  (PMTAS), menjadi Lahan para oknum oknum Koruptor yang bersarang di Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang.

Menurut pengakuan dari salah satu Narasumber yang enggan namanya di cantumkan. Iya menjelaskan, Pada Tahun 2020, Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang merealisasikan kegitan yang bersumber dari anggaran APBD dan Swakelo, Pemerintah Daerah, mengucurkan anggaran senilai Rp 45.341.000.000.- miliar, untuk membiayayi Program sebanyak 313 Paket Penyedia.

Namun, sayangnya banyaknya anggaran tersebut bukannya dimanfaatkan untuk membangun pendidikan, justru dimanfaatkan oleh beberapa oknum untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, bukannya dimaksimalkan untuk kepentingan pendidikan masyarakat justru disesuaikan dengan kepentingan kontraktor-kontraktor yang telah dipilih untuk memenangkan lelang. Penyelewengan tersebut menunjukan adanya kasus korupsi di dunia pendidikan yang mana pengadaan barang untuk pendidikan diduga bukan melihat siapa yang terbaik, namun siapa yang dapat membayar fee lebih kepada pejabat yang memiliki kuasa dalam pengadaan barang dan jasa tersebut.

Di masa pandemik Covid-19 seperti yang dirasakan saat ini, Para mafia dan koruptor terus saja menggerogoti negeri ini. Harta negara yang sedianya digunakan untuk meningkatkan pendidikan, kesejahteraan, dan kesehatan masyarakat, telah dirampok oleh segelintir orang yang tamak dan haus akan harta. Inilah tragedy yang menghancurkan Kabupaten Tulang Bawang.
Inilah bahayanya korupsi yang dilakukan kaum berdasi, yakni sebuah kerusakan sempurna. terjebak dalam permainan kekuasaan.

Seperti halnya yang diduga adanya indikasi Korupsi Kolusi dan Nepotisme yang terjadi di Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang pada tahun 2020, bantuan Program pemberian Telor Rebus dan susu UHT, Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidayah (MI) se-Tulang Bawang, dengan jumlah 55.000 siswa. “ dari Masing-masing siswa menerima berupa 3 kotak susu UHT 125 ml, telur rebus 2 butir,” namun kuat dugaan dinas Pendidikan Tulang Bawang melakukan penggelembungan Sisiwa. Hal itu diperkuat dari hasil kroscek di lapangan, siswa keseluruhan di Kabupater Tulang Bawang  hanya 46.431 siswa.

Adanya dugaan tersebut, saat ingin melakuka Konfirmasi kepada  Nasaruddin.,S.H.,M.H. selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten
Tulang Bawang, beliau tidak berada dikantor.
Dan dihunungi melalui Fia WattsAPP nya pun tidak ada Tanggapan.

Hal ini akan terus di Ungkap pada edisi mendatang, kuat Dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), bukan hanya kegiyatan itu saja, bahkan adanya indikasi permainan Setoran Proyek yang mencapai 20 hingga 25%. Dari hasil dugaan korupsi, dari hasil adanya indikasi Korupsi tersebut, Nasrudin kini memiliki Aset yang di Tapsir mencapai Puluhan Milyar, Namun hal itu akan di buktikan dan dibeberkan pada edisi mendatang.

          (Red)