Home Lampung Utara Hukum

Proyek Dinkes Lampura Diduga Dikorupsi

402
0
SHARE
Foto Ilustrasi

Mahar 10 Persen Berakibat Gagal Kontruksi


Handalnews.id, Kotabumi -
Sebanyak 5 paket proyek penyedia sumber dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 senilai Rp. 3.555.060.000,-. milik Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara, Terindikasi dugaan korupsi. Modusnya, oknum pegawai Dinas setempat meminta mahar kepada pihak pemborong sebesar 10 persen dari setiap paket. Akibat ulah oknum korup tersebut, realisasi kegiatan gagal kontruksi.


Berdasarkan data yang ada dimeja redaksi dan pengakuan Narasumber, menjelaskan, 5 paket proyek penyedia tahun 2019 milik Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara dikorupsi. “oknum koruptor yang bersemayam disana melancarkan aksi penarikan setoran kepada pemborong,yang berakibat fatal”,ujarnya.

Lebih jauh,kata sumber, ke-5 paket itu ialah, pembangunan IPAL Puskesmas Kotabumi Udik Rp. 398.000.000,-. Rehabilitasi puskesmas abung kunang Rp.319.500.000,-. peningkatan gedung puskesmas negara ratu Rp.2.400.000.000,-. Belanja modal peralatan dan mesin pengadaan meubeler (kursi statis,tempat tidur,meja setengah biro,kursi putar) Rp.58.000.000,-. pengadaan Ambulance Singel Gardan Rp.379.560.000,-. “adanya penarikan setoran pihak pemborong mengorbankan kontruksi, karena mereka merasa rugi akhirnya realisasi setiap kegiatan diakal-akali untuk mendapat keuntungan yang sebesar-besarnya”,tegas sumber.

Sumber juga menerangkan, Kegiatan pembangunan IPAL Puskesmas Kotabumi Udik Rp. 398.000.000,-. Dalam kegiatan ini kuat Dugaan pihak pemborong tidak mengurus surat Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Padahal jika tidak ada AMDAL tentu sangat berbahaya bagi masyarakat yang berada didekat pembangunan IPAL.

“selain masalah tidak ada AMDAL, realisasi kegiatannya tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB) karena tabung regulatornya tidak hidup. bisa-bisa masyarakat terjanggit penyakit-penyakit wabah baru, Karena pengelolaan limbah banyak mengandung zat-zat kimia, jika air bekas limbah dimasukkan dalam bak penampung akhir lalu terjadi kebocoran, air limbah terserap masuk ke tanah, keluar ke mata air sumur masyarakat, apa yang terjadi”,.

Lanjut sumber, Kegiatan Rehabilitasi puskesmas abung kunang Rp.319.500.000,-. Dalam realisasi kontruksinya “ngawur”, sebab pelaksanaan pekerjaan menggunakan bahan material mutu rendah. Atap menggunakan rangka baja Multi roop yang semestinya multi pasir , Ketinggian gunung-gunung ditambah hanya setengah meter dari bangunan yang lalu, Keramik menggunakan keramik putih, kayu kusen jendela hanya sebagian yang diganti itupun diganti dengan kayu racuk, bahkan gajih tukang yang dianggarkan Rp.30.000.000,-. Hanya direalisasikan kurang lebih Rp.10.000.000,-. Para tukang yang melaksanakan kegiatan belum terlalu ahli dibidangnya maka mereka mau mengerjakan dengan upah yang minim,”paparnya.

Sumber berkata, untuk kegiatan pengadaan Ambulance Singel Gardan Rp.379.560.000,-. paket pengadaanya di mark-up 30 persen. “untuk mendapat keuntungan yang berlipat pihak Pemborong mengakali, Mulai dari pengadaan Sirine ambulance yang tidak sesuai, lalu didalam ambulance tidak ada alat spot jantung dan peralatan lainnya”,.

Dengan adanya, indikasi korupsi terkait permasalahan diatas sudah semestinya aparat penegak hukum turun tangan untuk menangani permasalahan ini. siapa saja yang terlibat harus dijebloskan kedalam jeruji besi.

Hingga Berita ini di Lansir Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara belum bisa dihubungi. (HADI SAPUTRA)