Home Hukum

Proyek Siluman, Misteri Tower Crane Terkuak, Dinas PU Buang Badan

171
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Bandarlampung - Misteri keberadaan tower crane di halaman parkir Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung mulai terkuak.

Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya, tower crane setinggi puluhan meter itu dipersiapkan untuk proyek pembangunan gedung parkir (lanjutan) tahap dua di tahun 2020.

“Infonya tower crane itu punya Ardi, kontraktor besar. Pindahan dari proyek menara Masjid Al Furqon Februari 2020. Dua hari kemudian baru dirakit dan terpasang hingga sekarang,” ujar seorang Pol PP yang bertugas di lokasi, Senin (16-3-2020). 

Anehnya, kenapa tower crane sudah terpasang sedangkan paket proyek lanjutan pembangunan gedung parkir belum juga dilelang di situs LPSE Bandarlampung?

Padahal, biaya sewa tower crane tersebut cukup tinggi. Berdasarkan hasil penelusuran media ini, di situs www.hargabeton.com untuk biaya pondasi tower dan angkur saja sekitar Rp130 juta/ unit. Sedangkan sewanya sekitar Rp100juta perbulan.

Lantas, siapa yang menutupi biaya sewa itu setelah sebulan tower crane terpasang di halaman parkir pemkot?

Dikonfirmasi terkait hal itu Sekretaris Kota (Sekkot) Bandarlampung Badri Tamam enggan berkomentar. Melalui staf di depan ruangannya, Senin (16-3-2020), Badri mengarahkan agar wartawan mengkonfirmasi ke Denis Adiwijaya, Kabag Umum Pemkot.

Sayangnya, saat wartawan menyambangi ke ruangan kerjanya, Denis tidak ada. Melalui staf sekda, dalam sambungan telepon, Denis mengarahkan agar wartawan menanyakan langsung ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bandarlampung.   

Begitupun saat wartawan mengonfirmasi Kepala Dinas PU Iwan Gunawan dan Kabid Cipta Karya Supardi tidak merespon. Berulang kali ditelpon dan dikirim pesan melalui WA dan SMS tidak merespon.

Hal serupa terjadi ketika wartawan menghubungi Ardi Wiranagara bos PT Zsazsa Abadi Mandiri dan PT Asmi Hidayat. Sambungan telepon dan pesan tidak direspon.

Diketahui, proyek pembangunan menara masjid Alfurqon (Lanjutan III) tahun 2019 dimemangkan oleh PT Zsazsa Abadi Mandiri senilai Rp4,5 miliar.

Sedangkan proyek Pembangunan gedung parkir pemkot tahap pertama senilai Rp20 miliar dikerjakan oleh PT Asmi Hidayat.

Kedua perusahaan itu diduga kuat dikendalikan satu orang yang sama, Ardi Wiranagara. (Red)